BETANEWS.ID, KUDUS – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kudus mengadakan pameran foto jurnalistik yang bertema ‘Bingkai Cerita Kudus’. Terdapat 80 foto jurnalistik menggambarkan beragam peristiwa yang terjadi di Kota Kretek dalam dua tahun terakhir, yakni 2020-2022.
Ketua PWI Kabupaten Kudus Saiful Annas mengatakan, sejumlah foto yang dipamerkan itu mengangkat beragam tema. Di antaranya, politik, olah raga, wisata, tradisi, photo story Covid-19, Kudus tenggelam, hingga toleransi keberagaman yang menjadi citra Kudus sebagai kabupaten paling toleran.

Baca juga: PWI Kudus Gelar Sosialisasi UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik Kepada OPD dan Masyarakat
Beberapa photo story yang dipamerkan di gedung Dekranasda Kudus itu, lanjut Annas, merupakan foto jurnalistik yang telah lolos dalam seleksi terlebih dahulu. Foto diambil dari liputan wartawan yang tergabung dalam PWI Kudus yang telah terbit di media. Ia menyebut, foto yang terkumpul sebanyak 150 dan dikurasi menjadi 80 foto.
“Foto jurnalistik itu foto yang diambil wartawan yang bekerja di perusahaan pers berbadan hukum. Selain itu, kami mengundang Kominfo yang juga bermitra dengan kami saat meliput kegiatan bupati,” imbuhnya.
Tidak hanya pameran, pihaknya juga mengadakan perlombaan foto on the spot untuk peserta yang hadir dalam pameran tersebut.
“Untuk yang datang bisa foto-foto dan ikut meramaikan lomba foto, yang dapat diupload di Instagram, lalu mention akun PWI Kudus. Nanti kita cari pemenangnya dan diumumkan pada hari Kamis besok,” terangnya.
Baca juga: Peringati Hari Pers Nasional, Wartawan Kudus Berziarah ke Makam Sosrokartono
Ia berharap, dengan adanya pameran foto ini, tidak hanya dapat memberikan informasi saja, melainkan bentuk kritik media terhadap fenomena dan peristiwa yang ada. Annas mencontohkan, dengan foto gambar anak menatap langit sekolah yang roboh, yang dapat dijadikan dorongan pihak dinas terkait untuk segera mengatasi masalah tersebut.
“Tugas kami sebagai wartawan selain memberikan informasi kan juga menyampaikan kritik, seperti gambaran sekolah roboh. Harapannya kan bisa mendorong dinas terkait untuk melakukan pendataan riil, sehingga bisa direvitalisasi, untuk perubahan publik dan pelayanan masyarakat,” pungkasnya.
Editor: Kholistiono

