Berawal dari Ajakan Orang Spesial, Jadi Alasan Ansori Gemar Mendaki Gunung

BETANEWS.ID, KUDUS – Mendaki gunung, menjadi salah satu aktivitas favorit para anak muda yang gemar mengeksplorasi alam. Akan tetapi ada pula alasan lain bagi para pendaki saat pertama kali mencoba menyusuri puncak gunung.

Salah satunya yakni seorang pendaki asal Demak, Anas Ansori, yang kebetulan sedang menikmati keindahan puncak Natas Angin via Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Ia membagikan kisah pengalaman pertamanya pada Betanews.id saat awal ketertarikannya dengan gunung.

Baca juga: Serunya Menikmati Pesona Keindahan Puncak Natas Angin Muria

-Advertisement-

Ia mengatakan, pertama kali naik gunung pada 2019, lantaran diajak seorang yang spesial bagi dirinya. Ketika itu Gunung Prau menjadi pilihan yang tepat, terlebih dengan kekhasan golden sunrise-nya. Semenjak itu, Ansori termotivasi untuk mendaki gunung lainnya.

“Saya suka naik gunung sejak 2019, saya diajak oleh orang yang istimewa bagi saya, pertama kali di Gunung Prau. Apalagi di sana view yang terkenal itu golden sunrise, dan dari itu beberapa kali diajak teman muncak akhirnya aku mau,” kata mahasiswa Hukum Keluarga Islam IAIN Kudus itu.

Beberapa puncak gunung yang telah disusuri Ansori, seperti puncak Argopiloso, Natas Angin Muria, dan Sumbing. Bahkan ia mengaku, telah ke puncak Natas Angin beberapa kali lantaran keindahan alam Pegunungan Muria yang indah, dan ajakan teman.

“Kebetulan teman-teman ngajaknya ke sini, jadi mau gak mau nurutin teman-teman. Selain itu suasana alam, treknya lumayan nanjak dari parkiran sampai camp, terus camp sampai puncak nanjak. Treknya juga bebatuan,” imbuhnya.

Menurut Ansori, mendapatkan pengetahuan gunung saat ini sangatlah mudah. Beberapa konten sosial media dan influencer juga memberikan banyak eduaksi pendakian yang aman dan nyaman. Sehingga bagi pemula yang ingin mencoba pendakian dapat belajar dari bahan-bahan tersebut.

“Sebagai manusia kita wajib mencintai dan menjaga alam sih, karena alam kita kuras dan manfaatkan terus, lantas mengapa kita tidak menjaganya. Jadi sebagai manusia kita harus saling sawang sinawang dan saling memanfaatkan,” terangnya.

Baca juga: Rahtawu Bersiap Jadi Desa Wisata, Masterplan Difokuskan di 10 Titik

Sebagai seorang pendaki, Ansori berpesan agar selalu menjaga keindahan alam untuk tidak mengotorinya dengan sampah. Maka dari itu, setiap pendaki diharapkan dapat membawa sampahnya ketika naik maupun turun.

“Tidak ada kata pemula atau senior dalam pendakian. Tetap jaga selalu kebersihan sampah, kalau bisa pas naik, kita wajib bawa sampahnya juga ketika turun. Selain itu menjaga tata krama, karena setiap gunung dan puncak punya tata krama masing-masing, jadi ada baiknya dipahami dulu,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER