BETANEWS.ID, KUDUS – Plt Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus Mutrikah menyampaikan, Museum Kretek dan Museum Patiayam akan mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) sebanyak 1,5 miliar pada 2023.
Nantinya, dana tersebut akan digunakan untuk kegiatan non fisik, termasuk menindaklanjuti agenda yang belum diselesaikan, terutama sosialisasi ke beberapa tempat di Kudus.
“Dapat Rp1,5 miliar digunakan untuk kegiatan-kegiatan tahun ini yang belum selesai. Kemudian yang belum ada kita adakan, termasuk kita masukkan lagi kegiatan sosialisasi,” katanya pada betanews.id, Kamis (3/11/2022).
Baca juga: Bupati Kudus Usulkan Kunjungan ke Museum Kretek Jadi Agenda Wajib Bagi Wisatawan
Salah satu kegiatan yang menggunakan DAK nonfisik, lanjut Mutrikah, adalah Sosialisasi Museum Kretek Keliling. Pada kesempatan itu, pihaknya telah mendatangi sejumlah desa wisata di antaranya Desa Dukuhwaringin, Kecamatan Dawe; Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan; Desa Langgardalem, Kecamatan Kudus; Desa Gondosari, Kecamatan Gebog; dan Desa Temulus, Kecamatan Mejobo.
“Museum keliling memperkenalkan produk-produk museum dengan menampilkannya lewat virtual. Tadi Bupati menyampaikan bahwa kita diimbau ada koleksi-koleksi baru, mulai dari alat-alat rokok, dokumen administrasi,” imbuhnya.
Mengenai permintaan Bupati mewajibkan wisatawan berkunjung ke museum, Mutrikah setuju dan akan menindaklanjuti dengan pihak terkait. Menurutnya, kebijakan itu diharapkan dapat meningkatkan semangat berkunjung ke museum.
“Ini kami sangat respon sekali, karena sesuatu yang tidak diwajibkan itu mereka juga tidak semangat. Jadi ini insyaAllah segera kita tindaklanjuti, kami teruskan kepada UPTD terkait terus stakeholder pariwisata, bagaimana secara teknis kita wujudkan, baik aturan dan pelaksanaannya,” ujarnya.
Baca juga: Tingkat Kunjungan ke Museum Patiayam Melonjak 60 Persen, Turis Asing Mulai Berdatangan
Sementara itu, Ketua UPTD dan Taman Budaya Kdus Yusron menerangkan, DAK mengalami peningkatan, yang semula Rp1,4 miliar menjadi Rp1,5 miliar. Hal itu dikarenakan Museum Kretek telah mengalami perubahan dari tipe C ke B.
“DAK tahun depan Rp800 juta untuk Museum Kretek dan Rp700 juta untuk Patiayam, jadi jumlahnya Rp1,5 miliar. Tahun ini kan masing-masing Rp700 juta, peningkatan itu karena Museum Kretek sekarang menjadi tipe B yang mulanya tipe C,” terangnya.
Yusron menjelaskan, untuk tahun ini Pendapatan Asli Daerah (PAD) Museum Kretek baru terealisasi sekitar 70 persen atau Rp500 juta. Pihaknya akan berusaha untuk melengkapi target tersebut yang telah ditetapkan sebanyak Rp700 juta.
Editor: Ahmad Muhlisin

