BETANEWS.ID, KUDUS – HM Hartopo, Bupati Kudus berharap agar ke depan, kunjungan ke Museum Kretek menjadi agenda wajib bagi wisatawan yang berkunjung ke Kudus.
“Harapan kami, ke depan ini bisa diwajibkan setiap wisatawan mampir di Musuem Kretek, itu hukumnya wajib. Jadi kita komunikasikan kepada semua stakeholder dan pendamping wisata, terutama teman-teman Pokdarwis, itu baiknya bagaimana dan konsepnya seperti apa,” katanya, usai membuka acara Sosialisasi Museum Kretek Keliling di Balai Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kudus, Selasa (1/11/2022).

Baca juga: Tingkatkan Kunjungan Wisatawan, Museum Kretek Gandeng Gabungan Insan Pemuda Perjalanan Wisata Kudus
Untuk mendukung langkah itu, ia meminta kepada Disbudpar untuk segera merancang terkait tindak lanjutnya. Ia juga akan mengajak para pemandu wisata religi di Kudus untuk membuat paket khusus, untuk mengundang wisatawan berkunjung ke Museum Kretek.
“Tadi saya sudah komunikasikan kepada Disbudpar untuk segera, Pokdarwis dan stakeholder lain, terutama masyarakat semua kalangan bisa menggandeng, barangkali bisa di Perbub-kan. Termasuk dengan membuat oleh-oleh kita seperti komunal.Nah desa atau kecamatan bisa memfasilitasi dan pendamping bisa diarahkan wisatawan ke oleh-oleh terdekat,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus Mutrikah menerangkan, sosialisasi Museum Kretek keliling, yakni berupa pengenalan beberapa koleksi dalam bentuk virtual. Menurutnya, kegiatan itu dilakukan pada lima tempat, mulai tanggal 25-27 Oktober, yakni di Desa Wisata Dukuh Waringin, Karang Rowo, dan Langgardalem, serta tanggal 3 November di Temulus Mejobo.
Baca juga: Museum Kretek Disebut Bisa Jadi Obyek Pemajuan Kebudayaan di Kudus
“Harapan kita, Pokdarwis yang akan menjadi tangan panjang kepada masyarakat untuk menyosialisasikan Museum Kretek,” terangnya.
Sedangkan terkait kewajiban wisatawan berkunjung ke Museum Kretek, Mutrikah akan merapatkan kembali terkait teknisnya. Ia menambahkan, informasi ini nantinya diteruskan kepada beberapa stakeholder, Pokdarwis, dan pendamping wisata.
Editor: Kholistiono

