STAI Syekh Jangkung Gelar Wisuda yang Pertama

BETANEWS. ID, PATI– Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syekh Jangkung menyelenggarakan Wisuda ke-1 pada 26 November 202. Acara tersebut digelar di Hotel New Merdeka Pati.

Meskipun acara wisuda dilaksanakan secara luring, namun acara tetap diselenggarakan dengan hati-hati dan kewaspadaan. Hal tersebut dapat dilihat dari wisudawan sendiri yang hanya boleh membawa satu orang pendamping saja.

Dari jumlah lulusan wisuda ke-1, 3 mahasiswa berhasil lulus dengan prestasi terbaik bidang akademik, yaitu lulusan dengan IPK tertinggi dan lama studi tepat waktu pada suatu jenjang pendidikan. Nama-nama mahasiswa tersebut adalah Istiqomah, Ulin Niswah dan Yusril Afkar.

-Advertisement-

Selanjutnya ada 3 mahasiswa lagi yang mendapatkan penghargaan dengan predikat cumlaude, yakni Christina, Nor Rohmat dan Nihayatul Himmah.

Dalam acara tersebut, STAI Syekh Jangkung mengundang 15 tamu besar. Dan beberapa di antaranya memberikan sambutan yang tentunya sangat menarik dan bermanfaat bagi yang mendengarnya.

Edy Supratno, Ketua STAI Syekh Jangkung dalam sambutannya berpesan kepada para wisudawan, ketika terjun ke masyarakat harus pintar-pintar beradaptasi.

“Ibarat seorang turis sedang berwisata di sebuah negara yang sedang musim dingin, dia akan terancam mati kedinginan jika tidak beradaptasi,” ungkapnya.

Sekretaris Kopertais Wilayah Ruswan juga menyampaikan, bahwa segala keterbatasan yang ada, namun dengan tekad dan usaha STAI Syekh Jangkung pasti akan bisa maju dan berkembang.

Sementara, Kepala Bappeda Pati Muhtar yang mewakili Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro mengungkapkan, bahwa ia merasa senang dan bangga karena adanya wisuda pertama STAI Syekh Jangkung. Hal ini menambah indeks pendidikan perguruan tinggi di Kabupaten Pati meningkat.

“Apalagi di STAI Syekh Jangkung adalah satu-satunya perguruan tinggi di Pati yang ada prodi sejarahnya, ” ujarnya.

Pesan menarik juga disampaikan oleh Anggota DPR RI Riyanta, S.H., beliau menyampaikan bahwa seseorang butuh ilmu “budaya nekat.” Menurut beliau, jika orang tidak berani nekat tidak akan pernah bisa maju.

Ucapan terima kasih, kesan serta pesan disampaikan oleh Istiqomah, sebagai wakil wisudawan/wisudawati.

“Tiada pencapaian tanpa perjuangan, tiada hasil tanpa proses. Apa yang kami dapatkan hari ini adalah cermin dari perjuangan kami selama ini,” ujarnya.

Sambutan penutup disampaikan oleh Habib Anis Sholeh Ba’asyin. Ia menyampaikan bahwa pendidikan sebagai proses transmisi kebudayaan. Meskipun dalam acara formal, beliau menyampaikan sambutan dengan cara yang santai sehingga acara yang semula hening berubah menjadi luar biasa meriahnya namun tetap kondusif.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER