Rapat dengan Ganjar, Mendagri Soroti Serapan Anggaran yang Masih Rendah

BETANEWS.ID, SEMARANG – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyoroti Inflasi dan serapan anggaran yang rendah dalam Rakor Tim Pengendali Inflasi Daerah yang digelar virtual, Senin (28/11/2022). Menanggapi itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengimbau kabupaten kota untuk segera menggenjot belanja daerahnya, termasuk target pendapatan yang mesti dicapai.

“Ini musti digenjot, ini sudah bulan November masak kemudian serapannya masih kecil, itu tadi yang didorong agar kita bisa melakukan percepatan,” katanya.

Soal inflasi, Ganjar mengatakan ada beberapa komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga di Jawa Tengah, antara lain telur, beras, dan sejumlah volatile food lain.

-Advertisement-

Baca juga: Pengusaha Kecil dan Menengah akan Terima Bantuan untuk Kendalikan Inflasi di Jateng

“Beberapa komoditas khususnya volatile food ini yang menjadi perhatian. Tadi ada telur, beras, yang mulai merangkak ya. Telur terutama yang merangkak naik. Terus beras yang premium tidak, tapi yang medium juga merangkak naik tinggi,” ujarnya.

Soal beras, Ganjar menyinggung kebijakan impor yang perlu dipertimbangkan lagi. Menurutnya, Kementerian Perdagangan dan Badan Pertahanan Pangan harus duduk bersama.

“Kalau impor ini pasti ramai, akses politiknya akan ke mana-mana. Maka kenapa saya sampaikan Kementan, Kemendag harus duduk bersama termasuk Badan Pangan Nasional dan Bulog agar kita bisa tahu antara hulu dan hilirnya,” katanya.

Perhitungan juga bisa dilakukan untuk mengetahui kondisi dan stok di tingkat petani. Apalagi saat ini belum masa panen.

“Kalau lah ada stok gabah atau beras di tingkat petani dan itu masih ada, Mendag mengarahkan Bulog bisa membeli dengan harga yang tinggi,” katanya.

Baca juga: Sukses Tangani Inflasi, Kudus Dapat Insentif Rp10,4 Miliar dari Pemerintah Pusat

Ganjar mengatakan ini adalah model kerjasama yang baik dan bisa dilakukan antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat. Terlepas dari itu, Ganjar telah menginstruksikan daerah untuk mengambil langkah penanganan inflasi.

“Saya sudah briefing, lakukan operasi pasar kalau memang kurang. Pastikan stok itu tercukupi, pastikan transportasinya bisa membantu, dan kalau itu terjadi maka kita akan bergerak bersama dan ini tidak mudah karena sebentar lagi Nataru, trennya akan naik,” tegasnya.

Ganjar menegaskan, sampai dengan Januari 2023 seluruh daerah harus turun ke lapangan untuk mengecek, sehingga bisa menemukan solusi dan langkah mengatasi inflasi tersebut.

“Cek terus di pasar dan kemudian memastikan suplainya ada, harganya bisa terjangkau sehingga kalau ada sesuatu yang naik dan sifatnya drastis cepat dilakukan intervensi,” tegasnya.

Sebagai informasi, Inflasi indonesia Pada Oktober 2022 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 5,71 persen. Adapun di Jawa Tengah saat ini inflasinya 6,4 persen.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER