31 C
Kudus
Minggu, November 27, 2022
BerandaUMKMNelayan di Semarang...

Nelayan di Semarang Ini Sulap Kaleng Bekas Jadi Kerajinan Menawan

BETANEWS.ID, SEMARANG – Berawal dari keprihatinannya terhadap banyaknya sampah yang ada di pantai di daerah Semarang Utara, pria yang setiap harinya bermata pencaharian sebagai nelayan kerang hijau ini, mencoba memanfaatkan limbah tersebut dan disulapnya menjadi kerajinan. Ia adalah Salamun (50).

Ditemui di kediamannya yang berada di Tambakrejo RT 3 RW 16, Semarang Utara, Bapak 3 anak itu terlihat sedang sibuk membongkar kaleng utuh menjadi lempengan. Setelah itu, kaleng tersebut ia potong lagi dengan panjang 30 Cm dan lebar 5 Cm, dan ia bentuk sesuai kebutuhan.

Sembari membentuk kaleng menjadi lengkungan, Salamun sapaan akrabnya bercerita, bahwa ia sudah menekuni usaha kerajinan ini sejak 2018.

Salamun, seorang nelayan yang juga membuat kerajinan dari bahan kaleng bekas. Foto: Kartika Wulandari.
- Ads Banner -

Baca juga: Di Tangan Agung, Kaleng Bekas Disulap jadi Miniatur Vespa yang Keren

“Saya mulai membuat kerajinan ini sejak tahun 2018. Awal mulanya karena rasa prihatin terhadap banyaknya sampah yang ada di pantai. Akhirnya ya sudah, saya ambil dan coba saya daur ulang limbah itu,” ujarnya.

“Limbah yang saya ambil ya semuanya. Biasanya itu kaleng, bambu, kayu, semua saya ambil dan coba saya kreasikan,” akunya.

Salamun mengaku, limbah yang ia kumpulkan, ia kreasikan menjadi pajangan dengan berbagai bentuk hewan. Antaranya burung merak, ayam, naga dan warak ngendok.

Adapun ukuran yang ia sediakan, yaitu mulai dari ukuran kecil 40 Cm hingga ukuran besar. Harganya pun beragam, yakni Rp 200 ribu sampai Rp 3 juta.

“Untuk proses pembuatan tergantung ukuran. Kalau kecil itu bisa 6-7 hari, kira-kira menghabiskan 4-7 kaleng. Tapi kalau yang besar membutuhkan 37-38 kaleng dan butuh waktu sampai 2 minggu,” ujarnya.

Baca juga: Warga Semarang Ini Ubah Koran Bekas Jadi Kerajinan Berkelas

“Semuanya itu dari limbah, badanya dari kayu sengon dan randu, terus bulunya dari kaleng. Semua prosesnya saya belajar secara otodidak sesuai imajinasi saya,” katanya.

Kemudian untuk pewarnaannya, Salamun menggunakan cat semprot sebagai warna dasar dan cat tembok untuk warna detailnya.

“Pasarnya paling banyak Semarang dan Jogja, tapi juga pernah dua kali terjual di luar negeri, yaitu Singapura dan Malaysia. Kalau penjualannya saya lewat Instagram @kerajinan_merak_raja,” katanya.

Editor: Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,335PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler