31 C
Kudus
Minggu, November 27, 2022
BerandaKUDUSMiris, di Kudus...

Miris, di Kudus Ternyata Ada 7.000 Rumah Tak Layak Huni

BETANEWS.ID, KUDUS – Data Dinas Perumahaan, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus menyebutkan, jumlah Rumah Tak Layak Huni (RTLH) di 2022 mencapai 7.000 rumah. Ribuan rumah itu kondisinya ada yang dindingnya masih anyaman bambu, reng atau usuknya berupa bambu yang sudah lapuk, dan lantainya masih berupa tanah.

Kepala PKPLH Kudus Abdul Halil menjelaskan, tiap tahun sebenarnya Pemkab Kudus juga mendapatkan bantuan stimulan renovasi rumah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.

“Tahun ini bantuan stimulan renovasi rumah dari Pemprov Jateng ada 74 unit rumah. Tiap rumah tak layak huni tersebut mendapatkan bantuan sebesar Rp 14 juta,” ujarnya saat ditemui di program bedah rumah dari PT Djarum di Kecamatan Kaliwungu, Rabu (2/11/2022).

- Ads Banner -

Baca juga: PT Djarum Renovasi 10 Rumah Tak Layak Huni di Kudus, Bantuan Capai Rp52 Juta per Rumah

Dia menuturkan, bantuan stimulan renovasi RTLH itu disalurkan melalui Pemerintah Desa (Pemdes). Saat ini program itu sudah berjalan, ada rumah yang sudah jadi serta ada yang masih dalam pengerjaan renovasi.

“Tahun ini program bantuan stimulan dari Pemprov Jateng sudah berjalan dan ada rumah yang susah selesai dibangun,” kata Halil.

Semenatara di tahun ini, kata dia, tidak ada anggaran dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kudus yang untuk pembangunan RTLH. Oleh karenanya, untuk mengurangi jumlah RTLH, pihaknya menggandeng perusahaan swasta dalam hal ini PT Djarum.

Alhamdulillah tahun ini PT Djarum merenovasi 10 rumah tak layak huni milik warga Kudus. Semoga ke depan ada perusahaan lain di Kudus yang terdorong ikut berkontribusi agar jumlah RTLH di Kudus cepat berkurang,” harapnya mengakhiri.

Editor: Ahmad Muhlisin

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,335PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler