Melihat Patung Jerami Raksasa di Festival Jerami Desa Banjarejo

0

Sejumlah patung diorama dari jerami tampak di lapangan yang berada di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan, beberapa waktu lalu. Patung jerami berbagai bentuk itu dibuat untuk gelaran acara Festival Jerami, yang diselenggarakan setiap tahun di desa tersebut.

Patung terbuat dari jerami dalam Festival Jerami di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan. Foto: Kaerul Umam

Patung jerami yang dibuat, menggambarkan perubahan peradaban dari masa prasejarah hingga era modern. Patung-patung yang dibuat mencerminkan tema Festival Jerami tahun ini, yakni “Peradaban Nusantara dari Masa ke Masa.

Tim Beta Explore yang berkesempatan hadir di acara yang diselenggarakan di desa yang ditetapkan sebagai desa wisata pada tahun 2016 tersebut. Festival Jerami diseleggarakan mulai 30 September 2022 hingga 9 Oktober 2022.

Banner Ads

Agar nyambung dengan Desa Banjarejo, kami sajikan diorama mulai dari pra sejarah masa purba, karena Desa kami juga ada museum fosil binatang purba

Ahmad Taufik, Kepala Desa Banjarejo

Kepala Desa Banjarejo Achmad Taufik mengajak Tim Beta Explore berkeliling melihat patung-patung diorama jerami. Sambil berjalan, dia menjelaskan dipilihnya tema tersebut agar pengunjung mengetahui sejarah desanya.

“Agar nyambung dengan Desa Banjarejo, kami sajikan diorama mulai dari pra sejarah masa purba, karena Desa kami juga ada museum fosil binatang purba. Kemudian masa kerajaan, penjajahan, masa kemerdekaan hingga masa kini,” terang Kepala Desa yang sudah menjabat tiga periode itu, sambil menunjuk diorama kendaraan mobil dan motor dari jerami.

Taufik mengatakan, setidaknya ada 22 poatung diorama yang terbuat dari jerami hasil karya warga Banjarejo. Pihak desa mewajibkan setiap dukuh untuk membuat lebih dari satu diorama sesui tema yang ditentukan.

“Rangkanya ini dari bambu, kemudian dirangkai dan dihiasi dengan jerami. Dari tujuh dusun yang ada di Banjarejo kami wajibkan membuat diorama. Kemudian kami bagi temanya. Selain dari warga juga ada dinas yang berpartisipasi,” terang pria yang akrab disapa Taufik itu.

Taufik juga bercerita tentang awal mula munculnya gagasan untuk menggelar Festival Jerami. Hal itu berawal dari melihat potensi di desanya yang 99 persen bekerja sebagai petani. Selain itu, hampir setiap rumah di sana juga beternak sapi.

“Luas desa kami 1.300 hektare, 350 hektare lahan pertanian dan 500 hektare lahan perkebunan. Jadi dari 6.222 warga di Banjarejo 99 persen sebagai petani dan setiap rumah pasti punya tumpukan jerami untuk persediaan makanan sapi di musim kemarau. Dari situlah ide Festival Jerami ini muncul,” beber Taufik.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini