Fasilitasi Pelaku UMKM Terhubung dengan Pasar Daring, Pemkot Semarang Luncurkan Aplikasi SI UMI

BETANEWS.ID, SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Dinkop UMKM) meluncurkan aplikasi SI UMI (Sistem Informasi Usaha Mikro).

Lewat aplikasi tersebut, pelaku UMKM akan langsung terhubung dengan pasar daring untuk memasarkan produknya.

Aplikasi tersebut dilengkapi dengan sejumlah fitur, yaitu jaringan kemitraan, info tren baru dalam usaha dan permodalan, sampai akses pemasaran. Sehingga, diharapkan para pelaku UMKM bisa memperluas pasarnya.

-Advertisement-

Baca juga: Pemkot Semarang Gabungkan Konsep E-Government dan Smart City

Plt Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, adanya aplikasi ini tidak terlepas dari agenda Kota Semarang menuju smart city. Karena, dengan dipercepatnya digitalisasi dapat memudahkan peningkatan ekonomi.

“Sekarang adalah era digitalisasi. Apalagi di Kota Semarang kita sudah berbasis smart city, sehingga pasti banyak dilakukan digitalisasi. Ini menjadi salah satu alasan cepatnya digitalisasi,” katanya.

Dengan adanya aplikasi tersebut, ia berpesan kepada pelaku UMKM di Semarang untuk bisa memanfaatkan aplikasi ini dengan baik. Terlebih, untuk memperhatikan kualitas produknya.

“Meskipun dijual lewat aplikasi, produk-produk harus tetap memiliki kualitas yang bagus. Makanan tidak hanya asal masak rasanya enak, tapi packagingnya juga harus bagus. Sehingga, harapannya para pelaku UMKM ini melakukan hal-hal yang mengikuti perkembangan zaman,” katanya.

Baca juga: Ganjar Luncurkan Aplikasi Srikandi, Mudahkan UMKM Jateng Akses Permodalan

Dengan adanya aplikasi ini, Plt Wali Kota yang akrab disapa Mbak Ita itu meminta kepada Dinkop untuk melakukan pembinaan kepada pelaku UMKM di Kota Semarang. Ia mengimbau agar aplikasi SI UMI dapat terintegrasi dengan P3DN (Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri).

Sementara itu, Kepala Dinkop UMKM Kota Semarang Agus Wuryanto mengatakan, dengan adanya aplikasi SI UMI, omzet para pelaku UMKM diharapkan bisa meningkat. Ia pun mengaku akan mengupayakan untuk mengembangkan aplikas tersebut.

“Aplikasi ini sudah diresmikan, tapi baru bisa digunakan nanti bulan Desember 2022. Jadi kita akan memantau terus, karena aplikasi ini memang belum maksimal, baru dua bulan dibuat. Sehingga ke depanya akan kita kembangkan lagi,” tutupnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER