31 C
Kudus
Selasa, Desember 6, 2022
BerandaSejarahDharma Boutique Roastery,...

Dharma Boutique Roastery, Rumah Kopi Tertua di Kota Semarang

BETANEWS.ID, SEMARANG – Di kawasan Pecinan Semarang, tepatnya di Jalan Wotgandul Barat No 14, Kranggan, Semarang Tengah, terdapat sebuah bangunan rumah yang merupakan pabrik kopi tertua di Kota Semarang. Pada awalnya tempat ini bernama Margo Redjo yang Kemudian diubah menjadi Dharma Boutique Roastery.

Didirikan oleh Warga Semarang yakni Tan Tiong le pada 1915, pabrik kopi ini hingga sampai sekarang setiap harinya masih memproduksi kopi.

Generasi ketiga sekaligus pengelola Dharma Boutique Roastery, Hidayat Basuki Dharmowiyono mengaku, kakeknya mulai mendirikan pabrik di Semarang bertepatan dengan masuknya biji kopi Robusta dari pedagang Belanda ke Indonesia. Hal itulah yang menjadi alasan kakeknya mulai bergerak untuk mendirikan pabrik di Semarang.

Proses pengolahan kopi di Dharma Boutique Roastery. Foto: Kartika Wulandari.
- Ads Banner -

Baca juga: Mengenal Tan Tiong Ie, Pengusaha Kopi dan Crazy Rich di Jawa Era Kolonial

“Saat itu barengan sama masuknya Robusta ke Indonesia, nah akhirnya beliau mencoba peruntungan dengan membuka pabrik kopi tahun 1915, dengan membuka pabrik kopi sangrai, menggiling, sekaligus menjual produknya,” jelasnya.

Basuki sapaan akrabnya mengaku, mesin yang tersedia di pabriknya saat ini ada 2 jenis. Yaitu mesin kecil yang berkapasitas 5 kilogram dan mesin besar berkapasitas 100 kilogram. Tapi, saat ini ia hanya menggunakan mesin yang kecil.

“Kita ada dua jenis mesin, untuk mesin yang besar pernah saya pakai sampai tahun 80an, tapi karena semakin ke sini jumlah produksi semakin sedikit, dan jenis kopi yang kita roasting semakin banyak, jadi kita sekarang pakai yang ukuran kecil,” katanya.

“Sekarang mesin besar yang ada di pabrik kita simpan dan kita jadikan sebagai bahan edukasi untuk para pengunjung kedai,” ujarnya.

Kemudian seiring berkembangnya zaman, jenis kopi yang ia produksi pun sangat beragam, bahkan hampir semua jenis biji kopi dari Indonesia ada di sini. Seperti kopi Temanggung, Aceh, Flores, dan masih banyak lagi.

“Dulu kita hanya produksi kopi Robusta daerah Jawa Tengah, lalu seiring berkembangnya zaman kita mulai memproduksi jenis biji kopi yang lain, ada dari Flores, Aceh, Temanggung, dan lain-lain,” ujarnya.

Baca juga: Jelang Satu Abad, Kerajaan Bisnis Oei Tiong Ham Concern Runtuh di Tangan Bung Karno (6/6)

Basuki pun menambahkan, alasannya masih menggunakan cara tradisional sampai sekarang karena menurutnya, alat produksi yang kuno juga berpengaruh terhadap cita rasa kopi. Di samping rasa kopi yang lebih pekat, asap yang dihasilkan dari proses produksi dinilai lebih ramah lingkungan.

Demi menjaga cita rasa khas Dharma Roastery, ia berkomitmen untuk tidak membuka cabang lain. Namun, ia melayani pesanan dari daerah manapun.

“Melihat caranya menyangrai bisa jadi ini lebih enak. Asapnya diolah kembali, sehingga nanti kalau dikeluarkan sebagai hasil akhir asap, itu dia sudah sangat minimal kemungkinannya untuk mencemarkan udara,” tutupnya.

Editor: Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler