31 C
Kudus
Sabtu, November 26, 2022
BerandaKUDUS5.227 Perangkat Desa...

5.227 Perangkat Desa di Kudus Dapatkan Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

BETANEWS.ID, KUDUS – Jumlah pekerja non-Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Kudus di tingkat desa ada sekitar 5.227 yang sudah mendapat jaminan ketenagakerjaan. Data tersebut tercatat per tanggal 1 November 2022.

Hal itu diungkap oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK Cabang Kudus Muhammad Riadh ketika memberi sambutan dalam penyerahan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan kepada perangkat desa di Pendapa Kudus, Selasa (22/11/2022).

Dia mengatakan, 5.227 tenaga kerja non-ASN itu meliputi perangkat desa sebanyak 1.291 tenaga kerja di 123 desa. Kemudian Perangkat RT, RW ada 3.282 tenaga kerja di 96 desa di Kudus.

Kegiatan sosialisasi dan penyerahan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan kepada perangkat desa di Pendapa Kudus, Selasa (22/11/2022).Foto: Rabu Sipan.
- Ads Banner -

Baca juga: Tahun Depan Ribuan Linmas Akan Dapat BPJS Ketenagakerjaan, Dibayari Pemkab Kudus

“Lalu, ada anggota BPD sebanyak 499 tenaga kerja di 93 desa. Serta staf teknis ada 155 tenaga kerja di 65 desa. Total genap ada 5,227 pekerja non-ASN di tingkat desa di Kudus yang sudah mendapatkan perlindungan ketenagakerjaan,” ujar Riadh.

Dia mengatakan, dengan seluruh perangkat desa mendapatkan jaminan ketenagakerjaan, hal itu menandakan kepedulian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus yang cukup tinggi dalam melindungi hal-hak perangkat desanya.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Kudus kepada pekerja non ASN di Kudus. Ini artinya, Pemkab Kudus melindungi hak-hak tenaga kerja terutama perangkat desa,” ungkapnya.

Sementara itu Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus berkomitmen akan memberikan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada perangkat desa hingga ke perangkat RT dan RW. Pasalnya, BPJS Ketenagakerjaan sangat besar mamfaatnya bagi perangkat desa.

“BPJS ketenagakerjaan penting sekali dimiliki perangkat desa sampai di tingkat RT dan RW. Manfaatnya sangat besar,” ujar Hartopo.

Hartopo menjelaskan manfaat BPJS Ketenagakerjaan sangat besar bagi perangkat desa. Mulai dari santunan Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua (JHT), beasiswa, maupun Jaminan Pensiun (JP).

“Program ini merupakan bentuk penghargaan bagi perangkat desa yang telah mengabdi dalam melayani masyarakat,” tandasnya.

Hartopo mendorong kepala desa segera mendaftarkan ketua RT dan RW yang belum menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan. Sebagai informasi, terdapat 31 desa yang belum menjamin sosial ketenagakerjaan ketua RT dan RW. Iuran BPJS Ketenagakerjaan diambil dari APBDes setempat.

Baca juga: Pekerja Rumah Tangga di Kudus Kini Bisa Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

“Kepala desa dan camat saya minta untuk pro aktif mendata perangkat desa yang belum menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati menyerahkan secara simbolis santunan kematian kepada ahli waris perangkat Desa Undaan Ahsan sebesar 42 juta rupiah, ahli waris perangkat Desa Sadang Andi Sucipto sebesar 117 juta rupiah, ahli waris perangkat Desa Kaliputu Kamad Supriyadi sebesar 91 juta rupiah, dan ahli waris perangkat Desa Jekulo Saifur Rozaq sebesar 67 juta rupiah.

Kemudian, Bupati juta menyerahkan santunan kepada ahli waris perangkat Desa Janggalan Noor Azis sebesar 42 juta rupiah, ahli waris perangkat RT RW Desa Colo Kastono sebesar 42 juta rupiah, dan ahli waris anggota BPD Undaan Tengah dan guru TKIT Al Qolam Undaan Hidayatul Chasanah sebesar 84 juta rupiah. Berarti total keseluruhan kurang lebih Rp 485 juta.

Editor: Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,334PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler