31 C
Kudus
Selasa, November 29, 2022
BerandaKUDUSWarga Tumpah Ruah...

Warga Tumpah Ruah Nonton Ketoprak Sosialisasi Cukai Rokok di Tanjungkarang

BETANEWS.ID, KUDUS – Lapangan Desa Tanjungkarang Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus terlihat penuh oleh warga yang menonton pagelaran ketoprak. Acara yang diadakan sekaligus sebagai acara sosialisasi cukai rokok itu mengundang grup ketoprak Panji Anom dari Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kudus.

Bupati Kudus HM Hartopo yang hadir dalam sosialisasi tersebut menyampaikan, bahwa sosialisasi cukai menggunakan media ketoprak itu bersumber dari DBHCHT. Menurutnya, sosialisasi menggunakan media kesenian cukup bisa menarik antusias banyak warga untuk ikut menyaksikan.

Bupati Hartopo saat memberikan sosialisasi cukai rokok di Desa Tanjungkarang. Foto: Rabu Sipan

“Ketoprak untuk media supaya masyarakat tertarik dan kumpul. Dengan adanya media pertunjukan kesenian rakyat seperti ketoprak ini, masyarakat akan senang hati datang menonton ketoprak yang juga ada sosialisasi cukainya. Masyarakat jadi tahu terkait DBHCHT, penggunaan dana cukai, cukai asli, cukai palsu, rokok ilegal dan lainnya,” jelasnya.

- Ads Banner -

Baca juga: Pentas Ketoprak Jadi Cara Ampuh Pemkab Kudus Sosialisasikan Cukai Rokok

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kudus Kholid Seif menambahkan, gelaran ini menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dari anggaran perubahan 2022. Selain sosialisasi tatap muka, Satpol PP juga memanfaatkan pagelaran kesenian rakyat sebagai media sosialisasi.

‚ÄúSelain ketoprak, kami juga menggandeng kesenian rakyat lainnya, yakni wayang kulit dan wayang orang. Total kami akan menggelar kesenian rakyat 14 kali sebagai media sosialisasi cukai di berbagai desa di Kudus,” bebernya di temui di lokasi, Senin (25/10/2022).

Dia mengatakan, sengaja memilih kesenian rakyat sebagai media sosialisasi cukai, agar banyak masyarakat yang hadir untuk menonton. Dengan banyaknya masyarakat yang datang, maksud dari sosialisasi cukai tentu bisa tersampaikan.

“Semakin banyak warga yang hadir tentu lebih bagus. Sehingga pesan sosialisasinya tersampaikan. Warga yang menonton jadi tahu terkait cukai resmi, cukai palsu, maupun cukai bekas. Termasuk pengertian tentang rokok ilegal. Tak hanya itu, dengan menggandeng kesenian rakyat, sosialisasi ini juga menggeliatkan perekonomian para pekerja seni yang dua tahun mati suri karena pandemi,” ungkapnya.

Baca juga: Setelah Otomotif, Warga Binaan Kudus Akan Dapat Pelatihan Tata Boga dan Kerajinan Souvenir

Pengurus grup Ketoprak Panji Anom Suyoto membeberkan, lakon yang dipentaskan malam itu adalah Macan Lopandak Pemberontakan Rakuti Rasemi Geger Majapahit.

“Memilih lakon ini karena ada unsur penghianatan terhadap kerajaan atau negara. Seperti orang yang memproduksi dan membeli rokok ilegal itu seperti penghianat negara karena tidak mau membayar pajak,” ujar Suyoto.

Karena pagelaran ketoprak ini juga merupakan sosialisasi terkait cukai, sehingga nanti ada adegan dan dialog edukasi terkait rokok resmi bercukai dan rokok ilegal. Tentunya dengan kemasan yang menarik dan tanpa mengurangi cerita dari lakon ketoprak itu sendiri.

“Sehingga masyarakat tetap bisa terhibur sekaligus bisa mendapatkan edukasi terkait cukai,” tuntasnya.

Kabupaten Kudus tahun mendapatkan alokasi DBHCHT sebesar Rp174 miliar. Yang mana sebagian kegunaannya adalah untuk penindakan dan sosialisasi terkait cukai. Hal itu sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 215/2021 tentang Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau.

Editor: Ahmad Muhlisin

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler