BETANEWS.ID, KUDUS – Guru SMA Negeri 1 Kudus Evi Siti Nuryati meminta Museum Purbakala Patiayam mengadakan pembelajaran sejarah kepada seluruh pelajar di Kudus. Menurutnya, saat ini pihak museum baru menyasar siswa SD di sekitar museum. Sehingga, jika bisa dilaksanakan untuk seluruh sekolah, harapannya anak-anak semakin kenal dengan Situs Patiayam.
“Kalau dari kami sih, maunya semua anak-anak diberikan kesempatan belajar bersama di museum dengan cara bergilir. Sekarang kan anak-anak SD di sekitar museum, maka untuk berikutnya diberikan kesempatan kepada anak-anak yang jangkauannya jauh dari Patiayam, meliputi wilayah di sekitar Kudus itu kan paling tidak semua harus pernah datang,” katanya pada betanews.id, Jumat (7/10/2022).

Anggota Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah Kudus itu menambahkan, adanya kurikulum merdeka, dapat dimanfaatkan oleh sekolah-sekolah untuk mengajak para siswa mengeksplor dirinya lebih jauh mengenai sejarah. Anak-anak tidak hanya mendapatkan pengetahuan dari buku, melainkan secara langsung melalui museum.
Baca juga: Tingkat Kunjungan ke Museum Patiayam Melonjak 60 Persen, Turis Asing Mulai Berdatangan
“Itu akan bagus jika melakukan pembelajaran outdoor atau di luar sekolah, karena sekarang ada kurikulum merdeka dan anak akan mengeksplor dirinya sendiri, sehingga mereka benar-benar menyatu dengan alam,” imbuhnya.
Mengetahui siswa SDN 4 Terban yang sering datang ke Musuem Patiayam, Evi menerangkan anak-anak masih perlu adanya bimbingan dan arahan. Upaya itu dilakukan agar siswa memahami secara jelas mengenai berharganya peninggalan fosil-fosil purba.
“Mungkin anak yang sudah pernah datang sepuluh kali, itu tidak ada penjelasan-penjelasan sehingga mereka perlu diberikan wawasan-wawasan mengenai isi yang ada di museum,” terangnya.
Baca juga: Gaet Generasi Muda, Tim MGMP Sejarah Sarankan Museum Patiayam Buat Konten Menarik di TikTok
Ia berharap, dengan adanya pembelajaran sejarah mengajak siswa-siswi sekolah dasar di Desa Terban, anak-anak menjadi generasi muda yang memiliki nilai kesatuan Pancasila, terkhusus dalam pelestarian Situs Patiayam.
“Ke depannya semoga menjadi generasi muda yang bisa menunjukkan jadi diri sebagai warga Indonesia yang bisa menanamkan nilai-nilai Pancasila, dan mereka bisa memelihara, bisa memupuk rasa kesatuan dan kesatuan,” tutupnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

