31 C
Kudus
Minggu, November 27, 2022
BerandaWISATARajamala, Ikon yang...

Rajamala, Ikon yang Paling Dicari Pengunjung di Museum Radya Pustaka

BETANEWS.ID, SOLO – Di sudut Museum Radya Pustaka Solo, tampak sebuah benda berbentuk kepala. Sesekali, pengunjung menghampiri benda tersebut dan memotretnya. Benda berbentuk kepala tersebut memang terlihat seram. Wajahnya berwarna merah dengan taring tajam, mata melotot, berambut tebal dan lebat.

Yang paling mencolok adalah bentuk hidungnya yang besar dan menonjol, lengkap dengan kumis tebal berwarna hitam. Benda itu adalah canthik Rajamala.

Museum Radya Pustaka, Museum Tertua di Indonesia yang dibangun pada 1890. Foto: Khalim Mahfur

Staf Pengelola Manuskrip Museum Radya Pustaka Kurnia Heniwati menerangkan, Rajamala merupakan salah satu ikon yang paling dicari oleh wisatawan. Apalagi, beberapa saat lalu Rajamala dijadikan sebagai maskot ASEAN Para Games XI yang digelar di Solo.

- Ads Banner -

Baca juga: Museum Radya Pustaka, Museum Tertua di Indonesia yang Simpan Benda Peninggalan Keraton Solo

“Koleksi di sini itu semuanya masterpiece sebenarnya, tapi yang paling dicari itu yang Rajamala sama manuskrip ya. Kalau manuskrip larinya memang untuk ke penelitian,” beber Nia, Senin (25/10/20202).

“Rajamala itu dulunya haluan kapal. Terus dulu kok bisa ya ada kapal haluannya kaya gitu, nah itu yang dicari orang. Selain itu sisi mistik yang ada,” ujarnya.

Nia lalu menceritakan apa sebenarnya canthik Rajamala. Benda tersebut merupakan haluan kapal yang dibuat oleh putera mahkota Paku Buwono (PB) IV, Raden Mas Sugandi. Rajamala merupakan salah satu tokoh dalan cerita pewayangan. Tokoh tersebut digambarkan sebagai seorang raksasa atau siluman yang sangat sakti.

Rajamala dikisahkan memiliki watak yang keras hati, berani, ingin menang sendiri dan selalu mengikuti apa kata hatinya. Ia juga dikisahkan sangat sakti dan tidak bisa mati selama terkena air.

Baca juga: Museum Diponegoro, Saksi Bisu Penangkapan Pangeran Diponegoro Oleh Belanda di Magelang

“Rajamala memiliki kesaktian di air. Kalau di tokoh pewayangan itu dia dibunuh berkali kali sama Jagal Abilawa (Bima) itu tidak mati kalau dia terkena air. Apalagi kalau terkena air di kolam ibunya (Dewi Satyawati) itu, dia langsung hidup lagi walaupun badannya berserakan,” ceritanya.

Sehingga, dari folosofi tersebutlah akhirnya Raden Mas Sugandi, sang pembuat canthik Rajamala membuat hiasan haluan kapal dengan bentuk tersebut. Apalagi untuk kendaraan yang digunakan di air.

Editor: Ahmad Muhlisin

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,335PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler