BETANEWS.ID, SOLO – Dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-132, Museum Radya Pustaka akan menggelar Konser Karawitan hingga Wayang Gedok. Rangkaian kegiatan hari jadi museum yang dibangun K.R.A. Sosrodiningrat IV Pepatih Dalem Sinuhun P.B IX pada 8 0ktober 1890 itu akan berhubungan erat dengan kebudayaan.
Staf Pengelola Manuskrip Museum Radyapustaka, Kurnia Heniwati membeberkan, dalam rangkaian kegiatan itu akan diselipkan umbul dongo atau memanjatkan doa.
“Kita nanti akan ada umbul donga untuk mendoakan, tapi kita kemas dalam performing art,” ujarnya, Senin (24/10/2022).
Baca juga: Museum Radya Pustaka, Museum Tertua di Indonesia yang Simpan Benda Peninggalan Keraton Solo
Pada kegiatan tersebut, pihak UPT Museum akan berkolaborasi dengan seniman tradisional yang didnominasi oleh para seniman muda di Solo. Akan ada kegiatan konser karawitan dan ditutup dengan pertunjukan Wayang Gedog.
“Karena wayang Gedog kan termasuk wayang langka yang sekarang sudah jarang ditampilkan, seringnya kan Purwo,” katanya.
Ia menuturkan, wayang gedog juga menceritakan kisah asli dari Indonesia, yakni kisah Panji. Selain itu, dalang dan juga wiyaga atau penabuh gamelan juga dari kalangan seniman muda dari beberapa pihak yang saling berkolaborasi.
“Jadi jangan sampai museum itu meskipun isinya (koleksi) tua, jangan sampai isinya juga orang tua semua, harus ada anak muda juga yang harius perhatian dalam museum,” harapnya mengakhiri.
Editor: Ahmad Muhlisin

