31 C
Kudus
Selasa, November 29, 2022
BerandaEKONOMIKeluhkan Kenaikan Harga...

Keluhkan Kenaikan Harga Kedelai, Puskopti Lakukan Audiensi dengan DPRD Jateng

BETANEWS.ID, SEMARANG – Pusat Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Puskopti) Jawa tengah melakukan audiensi dengan Komisi B DPRD Jateng terkait naiknya harga kedelai pada Selasa (4/10/22).

Pada kesempatan ini, Puskopti menyampaikan tuntutannya mengenai peningkatan nilai subsidi kepada perajin tempe.

Diketahui saat ini harga kedelai di pasaran mencapai Rp 13.000 per kilogram dari sebelumnya Rp 10.500 per kilogram. Kenaikan tersebut sudah berlangsung sejak Agustus lalu.

- Ads Banner -

Baca juga: Harga Kedelai Meroket, Perajin Tempe di Semarang Pilih Naikkan Harga Daripada Kurangi Ukuran

Sekretaris Puskopti Jawa Tengah Rifa’i menyampaikan, bahwa pelaku usaha kedelai, khususnya tempe, mengalami kesulitan pasca harga-kedelai mengalami kenaikan.

“Para UKM tahu tempe, di lapangan itu yang menjadi permasalahan adalah ketika harga kedelai itu naik. Mereka tidak serta merta bisa menaikkan harga jualnya, karena konsumen belum tentu mau,” ujarnya.

Pada audiensi yang digelar di Ruang Rapat Komisi B DPRD Jateng tersebut, Puskopti Jateng meminta kepada pemerintah untuk segera meningkatkan nilai subsidi yang diberikan kepada perajin tempe. Hal tetsebut diyakini dapat membantu meredam gejolak harga kedelai.

“Terkait dengan upaya untuk mengerem gejolak harga, secepatnya dilakukan subsidi kembali dengan besaran menurut kami yang ideal itu adalah Rp 2 ribu, bukan kemarin seribu,” ujarnya.

Puskopti menginginkan terwujudnya swasembada kedelai untuk turut menyetabilkan harga. Pasalnya, saat ini kebutuhan kedelai di Indonesia sebagian besar masih diperoleh dari impor, sehingga sangat bergantung pada harga pasar dunia.

Baca juga: Harga Kedelai Impor Naik Jadi Rp12.600 Sekilo, Pedagang Pasar Legi: ‘Saya Hanya Ikut Regulasi’

Puskopti mengharapkan adanya bantuan pemerintah daerah, khususnya legislatif dalam menerapkan kebijakan yang berpihak pada pelaku usaha kedelai.

“Paling tidak nanti bisa membantu kami di daerah ini untuk mempersiapkan aturan-aturan dan mendukung UKM-UKM yang ada di Jateng, utamanya tahu tempe agar tidak terpengaruh dengan kondisi harga,” tutupnya.

Editor: Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler