BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi barat Jalan Ahmad Yani Nomor 29, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus tampak sebuah bangunan minimalis yang bercat putih. Di dalamnya beberapa pengunjung terlihat sedang menikmati kopi dan hidangan lain. Tempat tersebut yakni JI-TU Coffee.
Terlihat juga pengunjung lain yang datang dan memesan kopi tapi bukan untuk diminum di lokasi, tapi mereka membeli untuk dibungkus dan dinikmati di lokasi kerja atau di rumah. Lokasi JI-TU Coffee yang berada di tengah kota memang jadi langganan pera pegawai kantoran yang ada di sekitarnya.
Owner JI-TU Coffee Sherly Cintya Dewi mengatakan, usaha coffee shop tersebut dirintisnya sejak tahun 2020. Pada awal merintis, JI-TU Coffee hanya berupa bangunan mirip pos satpam yang berada di depan usahanya yang lain yakni Dezato Cake & Dessert.

Baca juga: Menikmati Secangkir Kopi Susu Ting-ting yang Jadi Favorit di Lonceng Coffee Shop
“Dulunya itu JI-TU Coffee hanya berupa bangunan kecil mirip pos satpam. Kami merintis usaha coffee shop karena setiap ada pelanggan yang datang ke Dezato Cake dan Dessert selalu bertanya pasangannya, yakni kopi. Oleh karenanya, kami pun kemudian membuka coffee shop meski hanya kecil-kecilan,” ujar perempuan yang akrab disapa Sherly kepada Betanews.id, Sabtu (1/10/2022).
Alasan Sherly membuka usaha coffee shop tidak langsung besar karena ia ingin pelanggan datang itu karena rasa, bukan karena tempatnya. Karena menurutnya, rasa lebih penting dari tempat penjualan.
Sebab, setelah rasa sudah cocok di lidah pelanggan, maka mereka akan kembali lagi untuk membeli. Selain itu, lokasinya yang berada di sekitar perkantoran, pikirnya nanti orang yang akan nongkrong di JI-TU Coffee juga jarang.
“Setelah hampir dua tahun berjalan, ternyata kenikmatan kopi di JI-TU Coffee bikin pelanggan cocok. Karena ternyata ada beberapa pelanggan yang request agar lokasinya diperbesar. Untuk memfasilitasi pelanggan yang ingin menikmati kopi JI-TU di lokasi, maka bangunannya pun diperbesar dengan konsep minimalis,” bebernya.
Dia tak memungkiri, karena lokasinya di sekitaran perkantoran, maka pelanggan JI-TU Coffee kebanyakan para pegawai kantor. Ada pegawai bank, perusahaan rokok dan lainnya.
“Karena pelanggannya para pegawai kantoran, coffee shop kami ini ramainya pas hari kerja. Sedangkan weekend justru pelanggan berkurang, karena pegawai kantor pada libur. Hal itu tentu berbeda dengan coffee shop lain yang ramai pelanggannya itu pada akhir pekan,” ungkapnya.
Dia mengatakan, JI-TU Coffee menyediakan aneka minuman dengan dasar kopi. Di antaranya, ada kopi susu jaman now, Americano Coffee, Supresso Coffee, dan lainnya. Ada juga minuman dengan dasar teh, ada ice cream, serta aneka minuman susu.
“Untuk harga aneka minuman di JI-TU Coffee bervariasi. Mulai dari Rp 5 ribu sampai yang paling mahal Rp 28 ribu,” rincinya.
Baca juga: Jasmine Coffee & Tea, Kafe Berkonsep 70an yang Jadi Tempat Nongkrong Asyik Anak Muda Kudus
Selain minuman, di JI-TU Coffee juga ada menu lain sebagai pasangan aneka minuman yang tersedia, yakni berbagai olahan savory dan lainnya. Di antaranya french fries, spicy sausage toast, bbq, caramel banana toast box, mix fruit toast box dan lainnya.
“Untuk harga menu ini harganya juga bervariasi. Mulai Rp 15 ribu sampai Rp 45 ribu per porsi,” ungkapnya.
Dia berharap, ke depan JI-TU Coffee bisa terus berkembang dan pelanggan makin banyak. Sehingga nantinya bisa membuka coffee shop yang lebih luas.
“Harapannya aneka menu di JI-TU Coffee bisa lebih disukai para pelanggan. Pelanggan makin banyak. Ke depan kami ingin bisa membuka coffee shop yang lebih luas dengan suasana yang menyenangkan dan nyaman di Kudus,” harapnya.
Editor: Kholistiono

