31 C
Kudus
Selasa, Desember 6, 2022
BerandaGAYA HIDUPGelar Pameran Bertajuk...

Gelar Pameran Bertajuk Cerita Kudus Tua, Cara Omah Batik-Ku Bumikan Kembali Budaya Berikat Kepala

BETANEWS.ID, KUDUS – Di rumah bernuansa kuno bertuliskan Omah Batik-Ku Batik Kudus yang berada di Desa Langgardalem, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, siang itu tampak ramai didatangi pengunjung untuk menyaksikan pameran kain batik kuno. Terlihat seorang pemandu menjelaskan beberapa koleksi kain batik dari beberapa zaman.

Menurut Pimpiman Omah Batik-Ku Batik Kudus Inayah, terdapat 25 potong kain batik yang dipamerkan dalam acara bertajuk Cerita Kudus Tua. Di antaranya, kain panjang, single (ikat kepala), selendang, dan sarung yang digunakan sekitar tahun 1920-1950.

Dari beberapa jenis kain batik itu, pihaknya ingin mengenalkan kembali bagaimana batik khas Kudus tempo dulu dan cara berpakaian orang zaman dulu, khususnya singel.  Pihaknya juga ingin mengangkat kembali budaya bersingel.

Muhammad Fadloli menunjukkan koleksi batik kuno yang ada di gerai Omah Batik-Ku Batik Kudus. Foto: Sekarwati.
- Ads Banner -

Baca juga: Pesona Motif Batik Khas Kudus Tempo Dulu yang Tetap Lestari di Omah Batik-Ku

Hal ini dilakukan untuk mengenalkan kembali kepada kalangan anak muda tentang asal usul cerita adanya ikat kepala yang dipakai oleh kalangan saudagar di Kota Kretek zaman dahulu.

“Jadi pada pameran ini, mengangkat tema saudagar-saudagar kretek zaman dulu tentang gaya berbusana. Istilahnya bersinjang atau memakai ubetan berkain panjang atau berkain sarung untuk laki-laki, kemudian dilengkapi dengan singel,” katanya pada Betanews.id, Sabtu (22/10/2022).

Sementara itu, Penanggung Jawab Produksi  Omah Batik-Ku Muhammad Fadloli menerangkan tentang makna singel. Menurutnya singel merupakan ikat kepala yang telah ada sejak pra Islam dan dipakai oleh kalangan Brahmana, Ksatria dan Yoga.

“Singel itu bahasanya orang Kudus zaman dahulu menyebutnya ikat kepala, yang diambil dari bahasa pra Islam. Istilah singel itu lah yang berkaitan dengan sejarah batik Kudus, karena singel itu terbuat dari batik,” terangnya.

Ia menjelaskan singel yang terdiri dari corak blumbangan, cemurkian, dan lidah api memiliki arti filosofi tersendiri. Salah satu motif berbentuk blumbangan atau sendang yang bermakna mata air pegunungan, sehingga ketika memakai singel diharapkan akan memberikan pola pikir yang jernih dan bijaksana.

Baca juga: Mengenal Batik Kudus Gendoro-Gendiri Sebagai Penanda Pemakainya Sudah Menikah

“Jadi singel itu ada yang namanya blumbang atau sendang, fungsinya, dalam selembar singel itu tergambar kondisi keadaan alam, di mana alam terdapat unsur sumber mata air untuk menyejukkan manusia ketika minum dan alam pikiran. Sehingga diharapkan, ketika mengambil keputusan atau berpikir itu diharapkan dengan bijaksana,” jelasnya.

Adanya pameran itu, ia berharap, singel dapat dikenal kembali dan terlestarikan. Fadloli juga menuturkan, Omah Batik-Ku sedang dalam proses pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) agar singel menjadi kepemilikan paten budaya Kudus Indonesia.

“Harapannya, singel diajukan ke HAKI biar tidak dicuri orang dan tidak digembor-gemborkan kepemilikan orang lain,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

Sekarwati
Sekarwati
Sekarwati adalah reporter Beta News yang bergabung pada 2022. Pernah menempuh pendidikan di UIN Walisongo Semarang Jurusan Komunikasi.

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler