Mengenal Batik Kudus Gendoro-Gendiri Sebagai Penanda Pemakainya Sudah Menikah

BETANEWS.ID, KUDUS – Kain batik dengan motif begitu indah dan mengesankan tampak tergantung di pojok Galeri Omah Batik-Ku, di Desa Langgardalem nomer 59, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Kain batik tersebut tampak bermotif wajik-wajik, ada motif tanaman warna merah dengan bunga kombinasi warna biru. Serta di beberapa bagian ada warna cokelat sebagai backgroundnya. Itulah kain batik khas Kudus Gendoro-Gendiri.

Muhammad Fadloli selaku penanggung jawab produksi Omah Batik-Ku mengatakan, kain batik Gendoro-Gendiri merupakan batik khas Kudus klasik yang direproduksi lagi oleh Omah Batik-Ku. Menurutnya, kain Batik Gendoro-Gendiri ini biasa digunakan oleh masyarakat Kudus sebagai seserahan sepasang pengantin, serta nantinya akan dikenakan pada saat akad pernikahan.

“Oleh sebab itu, biasanya pesanannya itu selalu sepasang. Kain batik Gendoro-Gendiri ini juga sekaligus bagi penanda, siapa yang mengenakan kain batik ini berarti dia sudah menikah,” ujar pria yang akrab disapa Fadloli kepada Betanews.id, Jumat (21/5/2021).

-Advertisement-

Baca juga: Ada Kisah Nabi Yusuf Dibalik Batik Bulan Bintang Omah Batik-Ku yang Diburu Pejabat dan Pengusaha

Fadloli mengungkapkan, sama dengan kain batik khas kudus klasik yang sarat dengan filosofi, kain batik Gendoro-Gendiri juga mengandung filosofi. Menurutnya, kain ini terdapat tiga warna yakni merah, biru, dan coklat. Merah memiliki arti kehidupan untuk melanjutkan generasi.

“Setiap orang menikah pasti ingin punya keturunan. Keturunannya itulah sebagai generasi penerusnya,” jelasnya.

Untuk warna biru, lanjutnya, sebagai simbol laut. Yang artinya setiap orang yang sudah menikah, mereka akan mengarungi samudera kehidupan yang sangat luas. Hal ini juga bisa punya arti lain yakni orang zaman dulu dalam perjalanan naik haji. Di mana naik haji zaman dulu itu naik kapal mengarungi samudera.

“Naik haji kan harapan mulia. Dengan kain Gendoro-Gendiri diharapkan sepasang pengantin bisa mengarungi samudera kehidupan dengan bahagia. Kelimpahan banyak rezeki hingga bisa naik haji,” ujarnya.

“Sedangkan untuk warna coklat merupakan lambang tanah atau bumi yang dipijak,” tambahnya.

Baca juga: Pesona Motif Batik Khas Kudus Tempo Dulu yang Tetap Lestari di Omah Batik-Ku

Tidak hanya itu, kata Fadloli, nama Gendoro-Gendiri itu berasal dari bahasa sansekerta yakni mandala dan giri. Mandala artinya lingkaran kehidupan. Sedangkan giri artinya adalah gunung. Jadi makna arahannya yaitu lingkaran kehidupan manusia, agar manusia bisa makmur seperti gunung dan segalanya ada.

“Sepasang pengantin yang menikah mengenakan itu kan mengarungi samudra kehidupan, dengan mengenakan kain batik Gendoro-Gendiri diharapkan rejekinya tinggi menjulang seperti gunung,” bebernya.

Dia mengatakan, karena diperuntukan untuk sepasang pengantin atau yang sudah menikah, biasanya kain Batik Gendoro-Gendiri dipesan sepasang. Satu berupa sarung untuk pria dan kain jarit untuk perempuan.

“Untuk harga sepasang kain Batik Gendoro-Gendiri kami bandrol Rp 7 juta,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER