BETANEWS.ID, KUDUS – Di dalam sebuah ruangan rumah RT 4 RW 1 Desa Langgardalem, Kecamatan Kudus, Kabupaten Kudus, tampak orang sedang membatik. Di ruangan lain terlihat beberapa kain beraneka motif tergantung serta puluhan lainnya tertata rapi di dalam lemari. Tempat tersebut yakni Omah Batik-Ku pusat produksi dan galeri batik khas Kudus.
Ditemui di lokasi, Penanggung Jawab Produksi Omah Batik-Ku Muhammad Fadloli bersedia menjelaskan usaha yang dirintis bersama rekannya Lukman El Hakim 2018 lalu itu. Hal yang malatarbelakangi berdirinya Omah Batik-Ku, karena mereka ingin melestarikan batik khas Kudus tempo dulu.

“Omah Batik-Ku memang ingin mengangkat batik khas Kudus tempo dulu. Batik yang populer sejak abad 16 pada masa Sunan Kudus. Karena berlokasi di Desa Langgardalem, kami pun mengangkat batik khas Kudus yang dulu ada di desa ini,” ujar pria yang akrab disapa Fadloli kepada Betanews.id, Jumat (21/5/2021).
Baca juga: Melihat Keunikan Batik Ecoprint dari Perajin Batik Unix Kudus
Fadloli memgungkapkan, keinginannya tersebut juga didorong oleh beberapa kolega yang ada di Adiwastra Nusantara. Menurutnya, sebelumnya saat ikut pameran di Jakarta. Para rekan yang ada di Adiwadtra Nusantara menyarankan agar dirinya membikin batik khas Kudus motif lama. Mereka ngomong, sejak 2005 batik-batik Kudus mulai bangkit. Sayangnya pembatik Kudus cenderung mengangkat motif-motif kretek.
“Bahkan kata mereka, para kolektor di Jakarta masih ada yang menyimpan batik khas Kudus motif lama. Ada juga yang disimpan di Museum Tekstil Indonesia,” bebernya.
Berawal dari situ, lanjutnya, dirinya pun mencari referensi batik-batik khas Kudus motif zaman dahulu. Di antaranya yang sudah diproduksi di Omah Batik-Ku adalah, batik motif babaran soga tanah basah, motif kapal kandas, motif bulan bintang, dan motif taman teratai. Sedangkan motif isiannya ada beras utah dan lainnya.
“Untuk batik cap harganya mulai Rp 100 ribu sampai Rp 350 ribu. Sedangkan batik tulis dijual dengan harga Rp 800 ribu hingga Rp 7 juta,” beber dia.
Baca juga: Alfa Shoofa Punya Belasan Corak Batik Khas Kudus yang Cocok untuk Berbagai Acara
Dia mengatakan, selama ini peminat dari kain batik dari Omah Batik-Ku sudah banyak. Bahkan pesanan selalu ada setiap waktu. Pemesan, tuturnya, kebanyakan orang lain daerah. Di antaranya Surabaya, Jakarta, bahkan luar negeri.
“Selama ini pesanan selalu ada. Kami berharap batik khas Kudus motif lama makin dicintai dan diminati orang Kudus dan orang daerah lainnya,” harapnya mengakhiri.
Editor: Ahmad Muhlisin

