BETANEWS.ID, SEMARANG – Usulan E-Sport untuk dijadikan kegiatan ekatrakurikuler mulai dari jenjang SMP, SMA, dan SMK, masih perlu kejian lebih lanjut. Hal itu disampaikan oleh Kartika Hedi Aji, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang. Ia menyebut, e-sport adalah bidang olahraga yang menggunakan game online yang masih mendapat stigma negatif dari sebagian masyarakat.
Menurutnya, ia siap melakukan kajian jika wacana tersebut sudah pasti. Sehingga nantinya akan membuat sosialisasi kepada siswa dan orang tua, karena hal tersebut merupakan hal yang paling utama.
Baca juga: E-Sport di Pati Dinilai Berkembang Pesat, Pengkab ESI Rutin Gelar Kejuaraan
“Sementara masih wacana, tetapi tetap kita kaji dulu dengan teman-teman. Kalau itu memberikan nilai karakter anak it’s okay,” katanya.
Lebih lanjut, menurutnya e-sport sama dengan olah raga lainnya yang sama-sama harus mengatur strategi untuk menang. Serta kemajuan e-sport yang sudah dipertandingkan lewat turnamen, baik nasional dan internasional, masih banyak pandangan masyarakat yang menganggap hal itu kurang baik.
“Prinsipnya untuk ekstra yang sifatnya seperti game online, karena memang sebuah tuntutan, Dinas Pendidikan support dengan catatan harus dikomunikasikan pihak internal, yaitu orang tua, masyarakat dan siswa. Apasih artinya mengadakan seperti itu tapi orangtua siswa dan siswa menolak, kan percuma,” paparnya.
Baca juga: ESI Jateng Targetkan Esport Dipertandingkan di Porprov 2022
Kartika menegaskan, pihaknya siap mendukung jika semua sudah melalui proses kajian. Selain itu nantinya pihaknya akan mengembalikan segala keputusan kepada pihak sekolah.
“Mendukung kalau memang sudah ada kajian dari kami, kitapun tidak bisa memaksa karena semua kembali ke pihak sekolah masing-masing,” tutupnya.
Editor: Kholistiono

