Antisipasi Kebocoran Data, Bawaslu Perkuat Keamanan Server

BETANEWS.ID, KUDUS – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI telah melakukan maintanance server data di website yang mereka miliki, baik tingkat kota/kabupaten hingga pusat. Hal itu sebagai upaya untuk mengantisipasi kebocoran data yang belakangan kini tengah marak terjadi.

Hal ini diupayakan karena nantinya Bawaslu akan memyimpan semua data pemilih untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang.

Baca juga: Bawaslu Kota Semarang Siapkan Anggaran Rp 21 Miliar untuk Pilkada 2024

-Advertisement-

Ketua Bawaslu Kota Semarang Arief Rahman mengatakan, Bawaslu memiliki dua website yang digunakan, yaitu website utama dan website PPID. Ia pun melanjutkan sejauh ini website yang difungsikan adalah website utama sebagai bahan sosialisasi termasuk pengumuman pendaftaran panwascam, hasil dan lain sebagainya.

“Kita sudah menyampaikan ke Bawaslu RI, mungkin tidak hanya Kota Semarang tapi kemungkinan seluruh Indonesia. Bahwa Bawaslu RI sudah menyiapkan antisipasi sehingga sekarang kita sedang melakukan maintenance server itu, sehingga nanti tujuannya untuk memberikan protect secara maksimal karena kejadian bjorka kemarin itukan jadi bahan antisipasi juga ya secara nasional,” ungkapnya.

Arief menyebut, meski website belum bisa diakses secara maksimal, Bawaslu masih memiliki aplikasi yang dapat digunakan bagi masyarakat secara umum untuk melakukan pelaporan dugaan pelanggaran yang ditemukan.

“Jadi saat ini untuk website Kota Semarang belum bisa diakses secara maksimal karena memang masih dilakukan maintenance server. Tapi kalau untuk informasi yang lain semisal aplikasi untuk pengawasan termasuk pelaporan kalau ada dugaan pelanggaran, itukan kita terintergrasi se-Indonesia, jadi pengelolaannya langsung di Bawaslu RI,” tuturnya.

Baca juga: Minimalkan Sengketa Pemilu, Bawaslu Kota Semarang Lakukan Pencegahan Potensi Pelanggaran

Ketika disinggung terkait target kapan website tersebut bisa diakses, Arief mengaku pihaknya belum menerima informasi lebih lanjut. Pasalnya hal itu merupakan keputusan dari Bawaslu RI.

“Kalau untuk target bisa diakses kapan kita masih menunggu dari Bawaslu RI, karena kita posisi kabupaten/kota itukan pengguna (user) kita hanya diberi akses user password kemudian tampilan dan sebagainya, pembuatan seperti apa kita juga kurang tahu karena yang membuat itu Bawaslu RI. Tapi harapannya segera selesai ya,” ujarnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER