Kiai Haji Raden (KHR) Asnawi lama bermukim di Mekah dan dikenal sebagai orang alim di Tanah Suci tersebut. Namun, banyak yang belum mengetahui, bahwa KHR Asnawi yang juga keturunan ke-13 Sunan Kudus tersebut juga aktif dalam Sarekat Islam (SI), dan dekat dengan para tokoh organisasi tersebut.

Hal tersebut diungkapkan oleh Em Nadjib Hassan, ketua Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK), kepada Tim Lipsus Beta News, beberapa waktu lalu. Bahkan, kata Nadjib, KHR Asnawi juga menjadi Ketua Cabang SI di Tanah Suci.

KHR Asnawi. Beta News

Beliau (KHR Asnawi) itu orang yang sangat alim dan aktif. Bahkan beliau juga memimpin Sarekat Islam Cabang Mekah

KH Najib Hasan, Ketua YM3SK

Menurut Nadjib, cicit Mbah Asnawi Sepuh tersebut, selain dikenal sebagai ulama besar yang alim dalam bidang ilmu agama, juga merupakan orang yang aktif dalam organisasi. sense of politic KHR Asnawi juga tajam, oleh karena itulah dirinya terlibat aktif dalam perlawanan terhadap Belanda setelah pulang ke tanah air.

Banner Ads

“Beliau (KHR Asnawi) itu orang yang sangat alim dan aktif. Bahkan beliau juga memimpin Sarekat Islam Cabang Mekah,” tutur Nadjib.

Selain itu, Nadjib juga menjelaskan, KHR Asnawi juga merupakan pendiri sekalugus penggerak Nahdlatul Ulama (NU). Kepulangannya dari Mekah, dia bersama dengan KH Hasyim Asyari dan sejumlah ulama lain, membentuk Komite Hijaz. Organisasi yang menjadi embrio NU tersebut dibentuk untuk melawan Wahabi yang memiliki kuasa atas keagamaan di Hijaz yang direbut Bani Saud. Perlawanan dilakukan dengan cara diploasi.

KH Nadjib Hassan. Foto: Kaerul Umam

Tak hanya itu, saat berjuang di Kudus, KHR Asnawi juga menghadapi upaya Belanda yang berusaha melemahkan akidah Ahlus Sunah Waljamaah, melalui tokoh-tokoh Wahabi yang didatangkan ke Kudus. Belanda mendatangkan tokoh Wahabi tersebut dari Arab Saudi, dan sejumlah negara lain di Timur Tengah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini