31 C
Kudus
Kamis, Desember 1, 2022
BerandaKULINERUnthuk Yuyu, Jajanan...

Unthuk Yuyu, Jajanan Tempo Dulu yang Masih Punya Banyak Penggemar

BETANEWS.ID, KUDUS – Nur Mujianto terlihat sedang membuat adonan unthuk yuyu di kediamannya yang berada di Dukuh Tampingan Lor, Desa Hadiwarno, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Tangannya itu tampak cekatan menguleni adonan hingga kalis dan bisa dimasukkan ke alat pencetak.

Siang itu, dirinya tampak mengerjakan sendiri jajanan legendaris yang bentuknya bergerigi itu. Lain hal jika memasuki Ramadan, ia harus dibantu beberapa orang untuk menyelesaikan pesanan.

Jajanan unthuk yuyu yang diproduksi Nur. Foto: Ma’isatul Aulia

Nur menjelaskan, proses paling susah saat membuat unthuk yuyu ada di saat mencetaknya. Menurutnya, di proses itu tak semua orang bisa menghasilkan cetakan yang bagus.

- Ads Banner -

Baca juga: Pedas Gurihnya Cimol Bojot Khas Tasikmalaya yang Laku Puluhan Porsi Sehari

“Paling susah adalah proses pencetakannya, karna tidak semua orang bisa mencetak. Saya sudah mencoba cetak dengan mesin tapi hasilnya kurang bagus,” ujarnya, Sabtu (27/8/2022).

Jajanan bertekstur garing-renyah dengan rasa gurih-manis itu, kata Nur, memang cocok sebagai kudapan untuk teman minum teh maupun kopi di kala sedang senggang. Hal inilah yang membuatnya selalu kebanjiran pesanan untuk hidangan Lebaran.

Biasanya, pesanan itu dari sales di berbagai daerah luar Kudus, seperti Pati, Demak, dan Semarang. Selain itu ia juga menerima pesanan melalui nomor whatsapp 0813 1960 3955.

“Harganya bervariasi sesuai ukuran kemasan. Yang paling sering itu ukuran 150 gram dengan harga Rp7 ribu. Kalo sekilo harganya Rp65 ribu,” pungkas Nur.

Baca juga: Menikmati Enaknya Pentol Gebyur Misbah, Saus Kacangnya Punya Rasa Khas yang Bikin Nagih

Di usaha yang dirintis sekitar 2000 itu, Nur biasanya menggunakan bahan baku tepung ketan, telur, dan gula. Unthuk yuyu buatan Nur itu bisa bertahan hingga satu bulan di suhu ruang.

“Di suhu ruangan ditargetkan satu bulan asal warnanya tidak berubah. Kalau kena panas langsung warnanya bisa berubah. Biasanya saya tarik kalau warnanya sudah berubah,” pungkasnya.

Penulis: Ma’isatul Aulia (Mahasiswa Magang IAIN Kudus)

Editor: Ahmad Muhlisin

Redaksi
Redaksi
Beta adalah media online yang lahir di era digital. Berita yang disajikan unik, menarik dan inspiratif. Serta dikmas dalam bentuk tilisan, foto dan video.

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler