31 C
Kudus
Senin, Oktober 3, 2022
spot_img
spot_img
BerandaKISAHPernah Rugi Puluhan...

Pernah Rugi Puluhan Juta Berbisnis Franchise, Kini Nada Kembali Rintis Usaha Pisang Coklat yang Lagi Viral

BETANEWS.ID, KUDUS – Izzatin Nada (31) yang dibantu satu karyawannya terlihat sibuk membuat pesanan pembeli di outletnya yang berada di Jalan Sunan Kudus No 235, Desa Janggalan, Kecamatan Kota, Kudus. Ia bertugas menggoreng pisang coklat, sedangkan karyawannya membungkus pisang coklat yang telah diberi topping lalu diserahkan pada pembeli.

Saat ditemui usai melayani pembeli, Nada sapaan akrabnya bersedia berbagi cerita terkait usaha yang dirintisnya sejak 3 Juli 2022 itu. Usahanya itu merupakan usaha franchise yang menjual pisang coklat dengan brand Mafia Gedang.

Salah seorang anak terlihat sedang memesan pisang coklat di Mafia Gedang. Foto: Erna Safitri.

Baca juga: Cita Rasa Khas Pisang Goreng di Raja Banana Crispy Jadi Buruan Pembeli

- Ads Banner -

Nada menjelaskan, memilih buka usaha franchise makanan ini karena ingin punya menu pendamping untuk usaha minumannya. Sehingga pembeli yang datang tidak hanya melepas dahaga tetapi dapat mencari menu lain berupa makanan.

“Alasannya karena saya sudah punya usaha minuman franchise juga, jadi saya butuh usaha makanan ini. Lokasinya bersebelahan, kalau mau beli minum juga ada makanannya,” jelasnya, Rabu (7/9/2022).

Nada menambahkan, sebelumya di tahun 2021 dirinya sempat membuka usaha franchise makanan berupa olahan ayam. Namun usahanya itu hanya berjalan kurang dari satu Minggu. Hal tersebut menurutnya pengaruh dari brand yang kurang dikenal sehingga sulit baginya untuk menarik pembeli.

“Tahun lalu ambil franchise makanan juga seperti chicken, modalnya Rp 10 jutaan lebih. Karena mungkin namanya tidak begitu dikenal orang, jadi sulit jualnya. Akhirnya saya tutup,” bebernya.

Dari kerugian tersebut, nada mengaku banyak belajar untuk pilih usaha yang hendak dijalani. Karenanya di tahun 2022, dirinya kembali buka usaha franchise makanan dengan brand Mafia Gedang yang viral serta belum ada di Kudus.

Baca juga: Mencicipi Bolen Jenang Kudus Buatan Debiy, Punya Sensasi Lumer Kenyal Dalam Satu Gigitan

“Belajar dari kerugian tadi, meski modalnya besar sekitar Rp 20 juta, saya berani ambil karena ini makanan viral dan belum ada di Kudus. Kalau franchise harus lihat peluang mana yang cepat perputaran modalnya,” tuturnya.

Menurutnya, kini usaha pisang coklat (piscok) Mafia Gedang miliknya, dalam sehari setidaknya bisa terjual 50 porsi hingga 80 porsi, tergantung sepi dan ramainya pembeli. Outletnya itu buka setiap hari mulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB.


Editor: Kholistiono

Erna Safitri
Erna Safitri
Erna Safitri adalah reporter Beta News yang bergabung pada 2022. Pernah menempuh pendidikan di IAIN Kudus Jurusan Komunikasi.

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

32,381FansSuka
15,327PengikutMengikuti
4,327PengikutMengikuti
90,084PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler