31 C
Kudus
Sabtu, Desember 3, 2022
BerandaPENDIDIKANPenerapan Kurikulum Merdeka...

Penerapan Kurikulum Merdeka di Kabupaten Magelang Belum Sepenuhnya Berjalan

BETANEWS.ID, MAGELANG – Sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Magelang dalam tahun ajaran baru ini mulai menggunakan kurikulum baru, Kurikulum Merdeka.

Namun untuk penerapannya, hingga sekarang belum seluruhnya sekolah di Kabupaten Magelang menggunakan Kurikulum Merdeka.

Kasi Kurikulum Sekolah Dasar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Wahyudi menjelaskan, untuk penerapan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) sesuai dengan petunjuk dari kementerian, ada tiga macam pilihan untuk sekolah yang menggunakan Kurikulum Merdeka.

- Ads Banner -

Baca juga:Nadiem Sebut Fleksibilitas Kurikulum Pembelajaran Bisa Jadi Cara Cepat Eksplor Talenta Siswa

“Untuk IKM 1, di Magelang ada 28 sekolah, untuk IKM 2 ada 480 sekolah dan IKM 3 ada 33 sekolah. Sisanya masih menggunakan kurikulum 2013,” jelas Wahyudi.

Ia menjelaskan untuk IKM 1 (Mandiri Belajar), sesuai dengan petunjuk dari kementerian, bahwasanya sekolah masih melaksanakan kurikulum 2013 dan ditambah sedikit dengan Kurikulum Merdeka. Untuk IKM 2 (Mandiri Berubah), secara umum paling banyak dipilih sekolah.

“Sedangkan IKM 3 (Mandiri Berbagi), utamanya sekolah-sekolah, sebagai penggerak. Di Kabupaten Magelang ada sekolah penggerak ada 31, kemudian untuk yang memang memilih ada dua sekolah,” jelas Wahyudi.

Terkait dengan Kurikulum Merdeka, menurutnya memang betul-betul dimerdekakan, karena intervensi tidak secara langsung. Adapun intervensi yang dilakukan hanya ada enam. Yang pertama, intervensi platform merdeka mengajar dan semua sekolah untuk kegiatan memanfaatkan platfom tersebut.

“Kemudian yang kedua, sekolah disuruh untuk mengikuti webinar yang termasuk dari beberapa sumber. Intervensi yang ketiga kaitan dengan penggunaan komunitas belajar, di Kabuaten Magelang memang belum banyak terjaring. Kemudian yang keempat mengundang nara sumber, ini memang misalnya sekolah penggerak memaksimalkan IKM dengan menggundang nara sumber. Nara sumber bisa dari BBPMP BBGP dan sebagainya. Dan di Kabupaten Magelang sudah terlaksana,” jelas Wahyudi.

Menurut Wahyudi, untuk yang kelima memang belum terlaksana yang berkaitan dengan mitra pembangunan. Untuk di Kabupaten Magelag sendiri, mitra pembangunan yang sudah implementasi kurikulum yang katogerinya sudah POP (Program Organisasi Penggerak). Secara umum yang pelaksaaan IKM murni belum tersentuh.

“Ini mungkin seiring dengan berjalannya waktu kita fasilitasi dan komunikasi dengan mitra pembangunan. Di Jawa Tengah sendiri ada 12 mitra pembangunan seperti, Djarum Fondation dan lain sebagainya,” jelas Wahyudi.

Lanjutnya, saat ini baik kepala sekolah dan juga guru serta pelaksana IKM sedang mencari formula yang sesuai. Dengan IKM yang benar-benar dimerdekakan, sehingga memang harus dicari formula yang sesuai.

“Yang pasti yang benar-benar sesuai dengan sekolah, utamanya sesuai dengan proyek profil pelajar pancasila,” jelasnya.

Kurikulum Merdeka memiliki banyak perbedaan dengan kurikulum sebelumnya atau kurikulum 2013. Secara teknis, kurikulum 2013 dari dinas perintah, dalam prosesnya kurikulum 2013 sudah tersusun barengan.

Baca juga: Kudus Bakal Ujicobakan Kurikulum Prototipe di 31 Sekolah

“Kalau Kurikulum Merdeka, pertama sekolah diberi kebebasan, ada pilihan IKM satu, dua dan tiga. Kemudian capaian pembelajaran sekolah juga diberi kebebasan. Jadi sekolah yang mungkin larinya cepat, pencapaian pembelajaran juga akan lebih cepat, pun sebaliknya,” jelas Wahyudi.

Artinya, irama pembelajaran diserahkan kepada sekolah untuk memilih IKM yang mana yang akan digunakan. Untuk penerapan kurikulum merdeka melaksanakan dengan tiga macam dan pilihan sepenuhnya diserahkan kepada sekolah.

“Jadi sekolah dari tim mutu sekolah atau pengembang kurikulum biasanya pada saat mendaftar akan mengisi link dipandu dengan ahlinya jadi kesimpulan kesiapan menjalankan kemana,” jelas Wahyudi.

Editor: Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler