31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Gelombang Penolakan Kenaikan Harga BBM Berlanjut, Ribuan Mahasiswa dan Buruh di Semarang Kembali Demo

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gelombang demonstrasi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali muncul di Kota Semarang.

Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus serta organisasi serikat buruh datang berbondong-bondong melakukan aksi penolakan kenaikan BBM di kantor Gubernur Jawa Tengah pada Kamis (08/09/22) sekitar pukul 14.45 WIB.

Dalam aksi ini, tampak perwakilan massa melakukan orasi penolakan kenaikan harga BBM. Massa juga menyanyikan beberapa lagu buatan mereka sendiri untuk menyindir para legislator dan Presiden.

-Advertisement-
Ribuan mahasiswa dan buruh di Semarang demo menolak kenaikan harga BBM. Foto: Kartika Wulandari.

Baca juga: Tolak Kenaikan Harga BBM, Buruh di Jateng Turun ke Jalan

Sekitar dua jam berjalan, aksi mahasiswa berlanjut meminta untuk memasuki gedung Gubernur Jateng untuk berdiskusi, tetapi pihak kepolisian tidak mengizinkan.

Karena tidak diizinkan, mereka pun sempat mendobrak pintu gerbang Kantor Gubernur Jateng untuk memaksa masuk ke dalam, tapi tidak berhasil.

Saat aksi berjalan, Pihak DPRD sempat menemui mereka. Pihak DPRD pun kemudian memberi kesempatan untuk 30 orang masuk ke dalam gedung dengan lewat pintu lain, tapi mereka menolak. Karena mahasiswa ingin semua peserta aksi masuk dan lewat pintu utama. Selanjutnya sekitar pukul 17.48 WIB, aksi pun selesai dan membubarkan diri.

Arif Afrullah, Koordinator Aksi mengatakan, aksi hari ini di motori oleh Aliansi Geram (Gerakan Rakyat Menggugat) Jateng yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat sipil yang terdiri dari mahasiswa dan buruh. Di antaranya gerakan Cipayung, IMM, GMNI, PMII dan HMI.

“Perihal tuntutan kita ada empat, yaitu penolakan harga BBM, RKUHP tentang kerajaan yang ada di tubuh kepolisian, dan juga tentang HAM yang belum terselesaikan,” katanya.

Ia pun menyebutkan, skema awal yang mereka pakai berangkat dengan 2020, yaitu dari mosi tidak percaya, di mana mengajarkan untuk tidak lagi audiensi atau menemui parlemen tapi menyegel gedung DPR.

Baca juga: Ratusan Mahasiswa di Semarang Geruduk Kantor Gubernur Jateng, Tolak Kenaikan Harga BBM

“Target kita hari ini ingin masuk dan berdiskusi, dan kalau tidak boleh masuk kita mau menyegel gedung Gubernuran, kita sudah menyiapkan atribut tapi kita dihalang-halangi untuk masuk oleh aparat,” katanya.

Ia menyebut, Geram yang tergabung dari elemen masyarakat sipil tidak akan pernah diam pada masalah yang sedang terjadi di masyarakat. Sehingga Geram akan melakukan aksi lagi. Perihal kapan waktunya, mereka masih berkoordinasi dan berkolidasi kembali.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER