BETANEWS.ID, SEMARANG – Ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, tepatnya di sepanjang Jalan Pahlawan. Mereka menolak kebijakan pemerintah perihal kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Muhamad Farhan Adi Wirahman, Koordinator Aksi mengatakan, dalam aksinya kali ini, pihaknya menyampaikan 6 tuntutan. Tuntutan pertama, menolak keras kenaikan harga BBM subsidi dan meninjau ulang regulasi pendistribusian subsidi BBM.

Baca juga: Demo Tolak Kenaikan BBM di Semarang Diwarnai Aksi Bakar Ban
Kedua, mahasiswa menuntut pemerintah untuk menunda terlebih dahulu pengesahan dan melakukan evaluasi terhadap pasal-pasal krusial dalam RUU KUHP. Ketiga, menuntut komitmen pemerintah dalam proses pemaksimalan implementasi UU TPKS melalui pengesahan peraturan pemerintah dan peraturan presiden PP/Perpres.
Keempat, mewujudkan reforma agraria sejati dengan mengesahkan RUU Masyarakat Hukum Adat. Kelima, mahasiswa menuntut untuk mengevaluasi kinerja aparat penegak hukum ( polri, jaksa , hakim ) untuk melaksanakan tugas dan kewajibanya. Terakhir, mereka meminta untuk mengusut tuntas pelanggaran HAM.
“Aksi kita kali ini ada enam tuntutan, tapi yang kita fokuskan adalah kenaikan BBM. Karena kita rasa, jika bicara tentang dampak, itu sangat luas. Bukan hanya masyarakat menengah bawah saja yang membutuhkan subsidi BBM, tapi dampaknya juga terasa secara umum, seperti ke buruh, pekerja, dan lain sebagainya,” katanya.
“Massa hari ini ada 600 lebih dari PMII se Kota Semarang. Target kita ingin menemui dari pihak gubernuran ataupun anggota dewan yang mampu menemui kita dan dialog langsung,” ujarnya.
Kemudian, untuk tindak lanjut pasca-aksi, Farhan menyebutkan, jika dalam waktu 3×24 jam tuntutan yang dilayangkan tidak direspon, pihaknya akan menggelar demo dengan menggerakan massa yang lebih banyak lagi, yaitu se-Jawa Tengah.
Baca juga: Mahasiswa Sukoharjo Turun ke Jalan Serukan Tolak Kenaikan Harga BBM
Sementara itu, usai menemui mahasiswa yang menggelar aksi, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno menyampaikan, pihaknya sangat mengapresiasi aksi yang dilakukan mahasiswa hari ini.
“Saya sangat mengapresiasi aksi adik-adik mahasiswa hari ini. Ini kan bagian dari negara demokrasi untuk menyampaikan aspirasi. Dan kami dari Pemprov Jateng hanya sebagai jembatan saja, karena ini kan kebijakan yang labelnya dari nasional, sehingga nanti aspirasi dari adik-adik akan kita teruskan ke pusat,” ujarnya.
Editor : Kholistiono

