31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Tolak Kenaikan Harga BBM, Buruh di Jateng Turun ke Jalan

BETANEWS.ID, SEMARANG – Ratusan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Jawa Tengah menggelar demo menolak kenaikan harga BBM di depan Gedung DPRD Provinsi Jawa Tengah (6/9/2022). Aksi tersebut juga diikuti oleh perwakilan Partai Buruh di Jawa Tengah.

Dalam aksi ini, terlihat ratusan buruh mayoritas mengenakan pakaian hitam serta slayer merah di kepala. Mereka tampak semangat bersorak sembari mengibarkan bendera serikat pekerja di depan gedung Gubernuran.

Sekretaris KSPI Jawa Tengah Aulia Hakim. Foto: Kartika Wulandari.

Baca juga: Mahasiswa Sukoharjo Turun ke Jalan Serukan Tolak Kenaikan Harga BBM

-Advertisement-

Sekretaris KSPI Jawa Tengah Aulia Hakim menyampaikan, bahwa kenaikan BBM merupakan suatu hal yang tidak wajar di situasi sekarang ini.

“Buruh menolak kenaikan BBM, karena dilakukan di tengah turunnya harga minyak dunia. Terkesan sekali, pemerintah hanya mencari untung di tengah kesulitan rakyat. Terkait dengan bantuan subsidi upah sebesar 150 ribu rupiah selama 4 bulan kepada buruh, menurut kami ini hanya pemanis agar buruh tidak protes. Tidak mungkin uang 150 ribu akan menutupi kenaikan harga akibat inflansi yang meroket,” katanya.

Terlebih, perbandingan antara kenaikan upah buruh dengan kenaikan BBM sangat jauh. Persentase kenaikan harga BBM mencapai 30 persen, namun kenaikan UMK di tahun 2022 hanya sekitar 1 persen.

Di sisi lain, pihaknya juga mengkhawatirkan adanya dampak peningkatan angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dengan adanya kenaika harga BBM ini.

Baca juga:Ratusan Mahasiswa di Semarang Geruduk Kantor Gubernur Jateng, Tolak Kenaikan Harga BBM

“Kami khawatir, dengan naiknya BBM, maka ongkos energi industri akan meningkat. Hal itu bisa memicu terjadinya ledakan PHK. Oleh karena itu, kami melakukan aksi pada hari ini yang kami pusatkan di kantor Gubernuran dan DPRD Jateng. Aksi ini juga serentak di 33 provinsi lainnya yang diorganisir oleh KSPI,” ucapnya.

Sebagai informasi, aksi yang digelar oleh buruh tersebut membawa tiga tuntutan, yakni tolak kenaikan harga BBM, tolak UU Cipta Kerja, dan meminta UMK 2023 naik sebesar 13 persen di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER