BETANEWS.ID, KUDUS – Pembangunan gedung baru Museum Purbakala Patiayam di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus diperkirakan akan rampung awal bulan Desember. Pembangunan yang akan menghabiskan dana sebesar Rp2 miliar itu juga digunakan untuk pembenahan laboratorium di gedung lama.
Ketua UPTD Museum dan Taman Budaya Kabupaten Kudus Yusron mengatakan, gedung baru itu akan diisi beberapa koleksi situs dan barang temuan yang belum sempat ditampilkan. Palagi, hingga saat ini, total fosil yang ada di Museum Patiayam mencapai 9.346 koleksi.
“Bangunan yang baru nanti menjadi ruang koleksi dan kita isi sebagian juga ada di sini. Selain itu, beberapa koleksi yang belum sempat dipamerkan akan kita tampilkan,” katanya ditemui di Museum Patiayam, Kamis (22/9/2022).
Baca juga: Ini Saran Ahli Purbakala Sangiran Agar Museum Patiayam Ramai Pengunjung
Ia berharap, dengan adanya gedung baru Museum Patiayam, tidak hanya bermanfaat bagi museum tapi juga masyarakat. Tentunya dengan bantuan masyarakat dalam menjaga kelestarian wilayah tersebut.
“Harapannya setelah ada penambahan gedung seperti ini tidak hanya bermanfaat untuk musuem Patiayam tapi juga masyarakat. Monggo nanti kalau kalau memberi nilai lebih, nanti bisa dikolaborasikan pihak dinas,” harapnya.
Pihaknya saat ini juga sedang mengkaji usulan warga setempat yang ingin adanya terminal wisata dan tempat jualan UMKM untuk meningkatkan daya tarik pengunjung. Usulan itu akan dibahas lebih lanjut dengan  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus.
Baca juga: Koleksi Museum Patiayam Sudah Capai 9.346 Fragmen Fosil, Termasuk Manusia Purba
Selain itu, Yusron meminta kepada masyarakat untuk mempererta kerja sama dalam pengembangan musuem Purbakala Patiayam. Salah satu upaya yang dilakukan adalah cepat melaporkan barang temuan di Situs Patiayam sehingga dapat diproses oleh pihak museum.
“Saya harapkan antusiasme warga untuk bersama-sama menjaga Situs Patiayam. Karena tanpa mereka keamanan situs akan sulit terjaga lantaran tenaganya terbatas. Jadi peran masyarakat dengan suka rela melaporkan temuan itu bentuk perhatian,” tutup Yusron.
Editor: Ahmad Muhlisin

