31 C
Kudus
Senin, Oktober 3, 2022
spot_img
spot_img
BerandaWISATABukit Diponegoro, Spot...

Bukit Diponegoro, Spot Hits di Semarang yang Jadi Jujugan Anak Senja

BETANEWS.ID, SEMARANG – Di belakang perumahan Diponegoro, tepatnya di Jalan Bunga Raya Bukit Diponegoro, Sambiroto, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, terdapat sebuah tanah lapang yang hijau nan asri yang menyerupai bukit. Di tempat tersebut banyak orang menggunakannya untuk tempat bersantai di sore hari sembari menikmati matahari terbenam. Masyarakat Semarang menyebutnya Bukit Diponegoro.

Pengurus karang taruna desa setempat Luthfi Farchan menjelaskan, tanah lapang perumahan ini baru dijadikan tempat wisata sekitar lima bulan lalu. Dulunya bukit ini masih sepi dan hanya masyarakat sekitar yang datang. Lambat laun, lewat media sosial, bukit ini menjadi terkenal dan ramai didatangi oleh pengunjung.

Beberapa pengunjung saat menikmati senja di Bukit Diponegoro, Semarang. Foto: Kartika Wulandari

“Dulu cuman lahan kosong biasa, bentuknya memang seperti bukit. Karena tempatnya tinggi jadi dari sini kita bisa melihat lapangan tembak diponegoro yang hijau dari bawah, dan di sini bagus buat spot melihat senja (matahari terbenam),” katanya, Jumat (2/9/2022).

- Ads Banner -

Baca juga: Pasar Apung Banjir Kanal Barat, Destinasi Wisata Baru di Kota Semarang

Kini setelah jadi tempat wisata, pihaknya sudah memberdayakan masyarakat sekitar untuk mendirikan warung. Pengunjung juga dikenakan tiket masuk seharga Rp2 ribu per orang.

“Di sini sekarang juga ada beberapa warung, jadi pengunjung bisa melihat senja sambil ngemil dan minum. Untuk penjual warungnya kita ambil dari masyarakat sekitar. Masyarakat luar tidak kita bolehkan,” ucapnya.

Tidak hanya untuk bersantai saja, bukit ini, kini juga bisa menjadi tempat untuk melakukan sesi foto prewedding. Untuk harganya pun cukup terjangkau, mulai dari Rp50 ribu sampai Rp100 ribu.

Baca juga: Pura Agung Giri Natha Kini Kini Punya Spot Selfie yang Suguhkan Pemandangan Kota Semarang dari Ketingggian

Karena semakin ramai, Luthfi mengaku, kini dalam tiga jam jika hari biasa, bisa memperoleh pendapatan sebanyak Rp500 ribu. Sedangkan akhir pekan bisa dapat hingga Rp1 juta.

“Kita hanya membuka mulai jam tiga sore sampai jam tujuh malam, lebih dari itu sirine akan dinyalakan dan menyarankan pengunjung untuk pulang. Karena kalau lebih jam tujuh, takutnya nanti ada yang aneh-aneh, karena kebangakan yang datang anak-anak muda,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

32,381FansSuka
15,327PengikutMengikuti
4,327PengikutMengikuti
90,084PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler