Bukan Materi, Alasan Joko Buka Usaha Teh Kepok Karena Ingin Bantu Sesama

BETANEWS.ID, KUDUS – Sore itu, Tri Joko (42) tampak ikut berjualan di Kedai Gesank miliknya yang berada di Desa Tumpangkrasak, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Supervisor di salahs atu bank BUMN itu memang cukup rutin datang ke tempat usahanya untuk melihat perkembangan bisnis yang dirintisnya Juli lalu itu.

Di sana, ia juga sering mengajari para karyawannya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen. Baginya, menyediakan pekerjaan yang layak untuk para pekerjanya adalah impiannya saat mendirikan usaha. Menurutnya, materi bukan jadi tujuan utama membangun bisnis, melainkan kemanfaatan kepada sesama.

Teh Kepok di Kedai Gesang yang gunakan resep teh Keraton Solo. Foto: Sekarwati.

“Saya itu pinginnya hidup bermanfaat, bukan semata-mata mencari kekayaan, tapi saya juga bisa berguna bagi banyak orang,” katanya pada betanews.id, Senin (15/8/2022).

-Advertisement-

Baca juga: Teh Kepok di Kedai Gesank Ini Pakai Resep Khas Solo, Rasanya Dijamin Bikin Nagih

Karyawan yang kebanyakan dari mahasiswa bukan tanpa alasan Joko merekrutnya. Bagi Joko, membuka peluang kerja bagi mahasiswa sama saja membantu orang yang sedang beribadah kepada Tuhan.

“Saya tidak sengaja mengambilnya dari mahasiswa. Sebenarnya itu, saya ingin bermanfaat salah satunya mahasiswa yang sedang menuntut ilmu, bagi saya itu ibadah. Tapi di lain itu saya juga berpikir mana yang lebih membutuhkan juga. Tuhan memberikan jalan melalui kita untuk menolong orang lain,” imbuhnya.

Membangun usaha kuliner tidaklah instan untuk mencapai kesuksesan. Joko menerangkan, memulai di usia produktif agar kelak jika sudah pensiun ia punya pegangan hidup.

Basic saya di perbankan. Suatu saat saya akan mengalami purna. Berjalannya waktu saya harus menyiapkannya sejak dini,” terangnya.

Baca juga: Sulit Cari Kerja Karena Buta Warna, Puput Pantang Menyerah dan Kini Sukses dengan Budidaya Jamur

Mengambil nama teh Kepok, Joko menjelaskan terinspirasi dari buah pisang kepok. Kepok yang Joko maksud, memiliki arti kesederhanaan yang mempunyai banyak manfaat.

Racikan yang ia buat sendiri dengan istrinya itu menawarkan the yang mirip dengan yang ada di Solo. The itu lantas ia jual dengan harga mulai dari Rp6 ribu sampai Rp7 ribu.

“Kami ambil dari beberapa teh yang sering dikomsumsi di Solo dan dikombinasi, untuk menghasilkan teh yang memiliki ciri khas,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER