BETANEWS, KUDUS – Bank Sampah Muria Berseri bersama Pegadaian Cabang Kudus memberikan sosialisasi Gerakan Bersama Edukasi Masyarakat (Geber Emas) di SD Islam Terpadu Al Islam Kudus di Jalan Veteran Nomor 8, Glantengan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Senanyak 61 orang yang terdiri dari guru dan pegawai sekolah, turut menyimak edukasi pengelolaan sampah tersebut.
Menurut Diana Kristiowati selaku Ketua Bank Sampah Muria Berseri melalui sosialisasi literasi tentang mengemaskan sampah untuk Indonesia, ia meminta dukungan kepada kepada pihak SD IT Al Islam agar lolos dalam ajang tingkat nasional yang diadakan oleh Pegadaian Pusat.

Baca juga: Bank Sampah Muria Berseri Ubah Sampah Jadi Emas
“Bismillah kami niatan silaturahim ke SD IT, karena kami sudah anggap bagian dari keluarga antara Bank Sampah Muria Berseri dengan Bank Sampah SD IT Al Islam juga memiliki ikatan yang sangat luar biasa. Kami memohon dukungan, agar kami bisa mewakili Jawa Tengah maju ke Jakarta,” katanya dalam sambutan, pada Jumat (9/9/2022).
Lomba yang meliputi edukasi dan literasi, inovasi, tata kelola sampah, serta video itu, lanjut Diana diikuti 72 bank sampah binaan Pegadaian. Terhitung mulai tanggal 1-30 September, diikuti beberapa binaan bank sampah lainnya, seperti Semarang, Purwokerto, Tegal, Solo, dan Yogyakarta.
“Bank sampah binaan pegadaian se-eks Karesidenan Pati yang meliputi Kudus, Jepara, Blora, Pati, dan Demak baru ada satu di Kudus. Nah nanti dari kanwil Semarang diseleksi, mana yang kiranya empat lomba ini nanti dipilah. Ada beberapa rekan kami dari Semarang, Purwokerto, Tegal, Solo, dan Yogyakarta,” imbuhnya.
Diana menerangkan, SD IT Al Islam memiliki visi misi yang sama dalam pengelolaan sampah. Melalui sosialisasinya, Diana memberikan edukasi kepada peserta tentang tabungan sampah dan tabungan emas. Ia mengatakan, hasil dari penjualan sampah dapat dikonversikan menjadi emas.
“Jadi di bank sampah kami, ada dua buku tabungan. Bank sampah kami pembagiannya enam bulan sekali. Kalau misal hasil dari tabungan ini, mau ditabung menjadi tabungan emas itu gampang, hanya menyerahkan KTP, nomor telepon, dan nama ibu kandung. Nanti dari tabungan ini bisa dikonversi ke tabungan emas,” terangnya.
Untuk membuka tabungan, Diana menjelaskan, peserta akan dibagikan voucher gratis sebesar Rp 50 ribu tanpa dikenai biaya administrasi. Akan tetapi, tawaran itu tidak berlaku jika dilakukan secara langsung melalui Pegadaian. Tercatat 154 nasabah tabungan emas dan 300 nasabah tabungan sampah, yang menabung setiap hari Rabu dan Minggu di Bank Sampah Muria Indah.
“Nanti juga ada voucher gratis untuk membuka tabungan emas bagi yang mau, untuk menggunakan tabungan emas Rp 50 ribu. Kalau biasa menabung melalui bank sampah itu tidak dikenai biaya administrasi dan pembiayaan selama satu tahun Rp 30 ribu. Minimal menabung itu Rp10 ribu,” jelasnya.
Selain tabungan sampah dan tabungan emas, Soraya selaku Marketing Officer Pegadaian menyebutkan juga ada tabungan haji. Peserta dapat menggunakan tabungan emas sebesar 3,5 gram, sebagai jaminan deposit sementara.
Baca juga: Masfu’ah: ‘Berkat Produk KCA Pegadaian, Aset Jenang Karomah Tak Jadi Hilang’
“Kami juga ada namanya tabungan haji, untuk jaminannya 3,5 gram emas. Kalau belum ada emas fisik pakai tabungan emas bisa dijaminkan, nanti setelah angsuran lunas tabungan emas dikembalikan lagi. Ini hanya bersifat sementara sebagai deposit saja,” sebutnya.
Sebelum melakukan sosialisasi di SD IT, Diana dan timnya telah mengadakannya di beberapa tempat, yakni PKK, RW, pengurus komite dan dewan guru, yang jika ditotal berjumlah 40 peserta. Selanjutnya, akan digelar di Desa Gondangmanis, dan Mapala UMK.
Editor : Kholistiono

