BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menggelar konsultasi publik terkait pembangunan exit tol dan rest area Tol Demak-Tuban di Lantai 4 Gedung Setda Kabupaten Kudus, Selasa (30/8/2022). Bupati Kudus HM Hartopo yang hadir di acara tersebut meminta agar rest area nantinya tidak hanya untuk mobil, tapi ada akses untuk sepeda motor.
“Keinginan saya, barang kali bisa itu ingin rest area nantinya tidak harus untuk mobil saja. Namun, diberi akses untuk motor juga. Mungkin bisa diberikan jalan khusus,” bebernya.
Hartopo mengatakan, keberadaan tol Demak-Tuban itu sangat penting bagi Kudus, sebab bisa mendongkrak perekonomian. Rest area nantinya bisa digunakan untuk nongkrong komunitas, serta bisa untuk meningkatkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kudus.
Baca juga: Pembangunan Tol Demak-Tuban di Kudus Diperkirakan Mulai 2023-2024
“Diharapkan nantinya rest area bisa memfasilitasi penjualan produk UMKM Kudus. Sehingga benar-benar bisa mendongkrak perekonomian pelaku usaha kecil,” tandasnya.
Untuk lahan, kata dia, ada dan tersedia. Nantinya lahan menggunakan milik warga dan ada proses pembebasan. Rest areanya nanti ada di Desa Temulus dengan luas sekitar lima hektare
Hartopo mengungkapkan, permintaannya sebenarnya tol di Kudus terdapat dua exit tol dan satu rest area. Satu exit tol di perkotaan sebelah selatan dan satunya lagi di Kudus wilayah timur.
Baca juga: Ini Daftar Desa di Kudus yang Rencananya Akan Dilalui Tol Demak-Tuban
Dengan adanya dua exit tol, menurut Hartopo akan benar-benar bisa mengurai kemacetan. Mereka yang ingin ke Surabaya atau ke Bali tak perlu masuk perkotaan, tapi bisa lewat jalan lingkar dan langsung masuk tol.
“Begitu juga yang ingin ke Barat, misal Demak, Semarang, Jakarta. Mereka bisa langsung masuk tol tanpa masuk perkotaan,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

