31 C
Kudus
Jumat, Agustus 12, 2022
spot_img
BerandaKISAHSampai Ditinggal Pegawai...

Sampai Ditinggal Pegawai Karena Sepi, Rif’an Buktikan Mebel Glugu Sulawesi Kini Banyak Peminat

BETANEWS, KUDUS – Rif’an (53) tampak telaten mengelem sudut-sudut kursi di toko mebel ‘Ruyung Antik’ miliknya di Jalan Lingkar Utara Kudus, Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Furnitur berwarna cokelat tua itu memang terlihat berbeda dengan furnitur kebanyakan karena warnanya yang gelap alami.

Menurutnya, warna itulah yang jadi pembeda mebel di tempatnya karena dibuat dari bahan glugu Sulawesi. Rif’an mengatakan, mebel berbahan glugu ini memang tidak mudah dalam pembuatannya karena kayunya lebih keras dan butuh waktu lebih lama. Karenanya, pegawainya banyak yang tidak betah dan memilih keluar. Dirinya pun terpaksa malanjutkan usahanya sendiri tanpa ada tenaga pembantu.

“Sekarang cari tukang kayu yang sabar itu tidak mudah. Apalagi bahannya ini keras dan tidak bisa cepat-cepat, harus santai. Jadi tukang banyak yang lebih memilih kayu jati,” katanya pada betanews.id Selasa (12/7/2022).

- Ads Banner -

Baca juga: Furnitur Berbahan Glugu Sulawesi di Mebel Ruyung Antik Ini Bisa Bertahan hingga 20 Tahun

Selain masalah tukang, Rif’an juga mengalami kesulitan saat glugu mengalami kenaikan harga, akeran aselama ini ia mendatangkan kayu tersebut langsung dari deaerah asalnya.

“Kayu pohon kelapa itu diangkut lewat kapal dari Sulawesi. Mungkin di Sulawesi kayunya itu murah, tapi jika sudah sampai di Jawa harganya lebih mahal,” imbuhnya.

Memilih kayu berbahan pohon kelapa Sulawesi bukan tanpa alasan. Meskipun tidak terlalu banyak dikenal orang, Rif’an ingin membuat kerajinan antik yang memiliki serat alami berwarna hitam.

“Karena kayu pohon kepala dari Sulawesi kualitasnya bagus dan motif seratnya berwarna hitam alami. Kalau lokalan kan warnanya kuning dan merah, tidak sebagus Sulawesi,” terangnya di usaha yang dirintis 2005 lalu itu.

Menggunakan kayu pohon kelapa ini lah, yang juga menjadi sebab ia menamai tokonya dengan ‘Ruyung Antik’. Menurut Rif’an, kata ‘ruyung’ diambil dari bahasa Jawa yang berarti pohon yang memiliki serat seperti kelapa. Sedangan ‘antik’ karena kerajinannya yang menggunakan bahan antik.

Baca juga: Kisah Mantan Pencuci Motor, Sukses Raup Cuan dari Usaha Mewarnai Gambar

Beberapa kerajinan mebel yang dihasilkan Rif’an adalah kursi sudut, lemari meja makan, kursi Betawi, dan bangku kuno antik.  Untuk lemari dua pintu seluas 125cm ia hargai Rp3,8-4 juta. Sedangkan satu set kursi meja, Rif’an menjual dengan harga Rp4,8 juta.

Meskipun tidak menjualnya secara online, mebel buatan Rif’an telah dikenal hingga ke luar Jawa Tengah, yakni Jakarta dan Cikampek. Pembeli dapat membelinya dengan cara menghubungi nomor 0852 2647 1123.

Editor: Ahmad Muhlisin

Sekarwati
Sekarwati
Sekarwati adalah reporter Beta News yang bergabung pada 2022. Pernah menempuh pendidikan di UIN Walisongo Semarang Jurusan Komunikasi.

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

32,381FansSuka
15,327PengikutMengikuti
4,330PengikutMengikuti
90,084PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler