BETANEWS.ID, KUDUS – Suara azan subuh baru saja berlalu saat ribuan orang berdesak-desakan di jalan area Masjid Menara Kudus, Senin (8/8/2022). Mereka terlihat sabar menunggu palang pembatas dibuka oleh panitia Buka Luwur Sunan Kudus sebagai penanda pembagian nasi jangkrik sudah dimulai.
Tak hanya warga Kudus saja yang datang, banyak juga warga luar daerah yang rela datang jauh-jauh demi mendapatkan nasi jangkrik. Mereka juga punya alasan beragam untuk mendapatkan kuliner kesukaan Sunan Kudus itu.
Salah satu warga, Purwati (35), bahkan sampai rela menginap di serambi masjid Menara Kudus. Meski kedinginan karena terkena angin malam ia tak menghiraukannya. Hal itu dilakukan agar tak telat datang dan kehabisan nasi jangkrik.
Baca juga: 30.800 Nasi Jangkrik Dibagikan Pada Masyarakat saat Buka Luwur Sunan Kudus
“Saya datang bersama suami dan anak. Saya dari Grobogan dan sampai Kudus tadi sore. Jadi, semalam saya dan anak beserta suami menginap di Masjid Menara Kudus agar bisa antri di depan dan kebagian nasi jangkrik,” ujar warga Desa Karangpaing, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan itu.
Purwati mengaku, dulu sebelum ada pandemi memang rutin datang ke Masjid Menara Kudus setiap tanggal 10 Muhharam untuk mendapat nasi jangkrik. Sebab, ia dan keluarga percaya nasi berkat Buka Luwur Sunan Kudus mengandung berkah.
“Kami percaya nasi jangkrik ini ada berkahnya Mbah Sunan Kudus. Nantinya nasi ini kami makan sedikit bersama keluarga dan sisanya saya jemur hingga kering dan akan ditaburkan ke sawah dan ladang. Kami percaya itu bisa menjadikan tanaman terhindar hama dan panen berlimpah,” bebernya.
Baca juga: 1 Muharam, Luwur Makam Sunan Kudus Dibuka
Hal senada juga dikatakan Elva (24). Gadis jomblo ini mengaku ikut antre nasi jangkrik karena punya harapan bisa enteng jodoh. Ia ingin, melalui perantara nasi jangkrik bisa mendapatkan berkah hingga bisa ketemu jodoh idamannya.
“Saya berharap melalui perantara nasi jangkrik saya dapat berkah mbah Sunan Kudus. Saya ingin dapat berkah segera dapat jodoh, agar segera membangun rumah tangga,” kata warga Desa Karangmalang, Gebog, Kudus tersebut.
Hal yang sama juga diungkap oleh Sayla Salsabila (18) santri Pondok Pesantren Roudlatul Jannah itu ingin mendapatkan berkah Sunan Kudus. Ia ingin dapat berkah hafalan Alquran yang sedang dijalaninya lancar.
“Harapannya ingin dapat berkah mbah Sunan Kudus. Saya ingin agar bisa mencapai cita-cita, yakni jadi hafiz. Semoga semuanya lancar,” ungkap warga Jepara itu.
Editor: Ahmad Muhlisin

