BETANEWS.ID, KUDUS – Ahmad Burhanuddin Robbani (28) terlihat mondar-mandir mengantarkan menu pesanan pembeli di Garage Cafe miliknya. Sesekali ia, ia juga terlihat berbincang-bincang dengan para kastemer itu, jika kerjaannya mulai longgar.
Bagi dia, memberikan kesan dan pelayanan terbaik adalah salah satu cara mengundang banyak pembeli di tempat usahanya. Apalagi, usaha yang berada di Selatan Tugu Dawe, Desa Cendono, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus itu sudah berdiri selama dua tahun sehingga harus mempertahankan pelayanan terbaik.

Burhan, sapaan akrabnya lantas menceritakan lika-liku memulai usaha tersebut. Dia menuturkan, setalah lulus kuliah 2015 lalu, dirinya pernah bekerja di salah satu perusahaan bidang pembangunan sebagai admin.
“Saya bekerja di perusahaan tersebut kurang lebih selama satu setengah tahun. Karena saat itu perusahaan lagi sepi, kemudian saya keluar,” bebernya, Kamis (7/7/2022).
Baca juga: Sediakan Menu-Menu yang Sedang Hits, Garage Cafe Bisa Jual Puluhan Porsi Sehari
Setelah keluar, kata Burhan, ia pun mulai merintis usaha pakaian wanita yang saat itu juga sudah berkembang. Bahkan, saat itu sudah memiliki puluhan reseller dari berbagai daerah di sekitar Kudus.
“Selang enam bulan usaha tersebut kemudian tidak berjalan lagi karena banyak pesaing dan kebanyakan reseller lebih memilih produk lain,” terangnya.
Tak mau menyerah, ia kemudian merintis usaha minuman susu milk jelly pada 2018. Di usaha tersebut, menurutnya juga sudah berkembang dan memiliki banyak reseller.
“Setelah lima bulan tidak bisa melanjutkan lagi karena pada saat itu saya kelola sendiri dan kewalahan. Waktu itu istri juga masih bekerja di perusahaan leasing,” ungkap dia.
Dari situ, ia kemudian memilih untuk bekerja sebagai driver ojek online (ojol) pada 2019. Namun, uapayanya juga harus kandas setelah tujuh bulan mencoba, karena keinginannya kembali punya usaha kembali menguat.
“Saat itu saya melihat peluang usaha di coffee shop yang banyak diminati orang. Karena tidak menemukan formula atau racikan yang pas, kemudian tidak jadi membuka. Di situ saya bingung, karena anak pada saat itu juga masuk rumah sakit dan tidak memiliki pekerjaan dan usaha,” jelasnya.
Suatu ketika, ia terlintas usaha kuliner dan kemudian mewujudkannya di garasi rumah. Katanya, respon dari masyarakat cukup bagus saat itu. Lantaran ingin memperluas pasar dan tidak hanya melayani pesanan saja, tiga bulan ini ia pun pindah di tempat yang ramai. Meski tempat jual yang saat ini lebih kecil daripada sebelumnya, menurutnya, ada perubahan dengan banyak pembeli baru.
“Setelah pindah ini, ternyata banyak pembeli baru dan memiliki progres bagus,” tambahnya.
Di tempatnya, ia menyediakan menu-menu kekinian meliputi mi uji nyali, mi gacoan, seblak basah, mi nyemek, super seblak, nasi goreng telur, nasi goreng spesial, mi uji nyali part 2, dan mi goreng telur. Lalu ada juga aneka snack seperti tahu tekewey, mendoan cocol, bakso hot, dan kentang sosis.
“Kalau harga sangat terjangkau mulai dari Rp10 ribu sampai Rp15 ribu. Sedangkan dari semua menu tersebut yang paling diminati adalah seblak,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

