Sudah Bertekad Naik Haji, Siti dan Suami Seperti Dimudahkan Allah saat Bayar Angsuran

BETANEWS.ID, KUDUS – Waktu menunjukkan pukul 17.25 WIB saat bus rombongan jemaah haji terlihat memasuki kawasan Jam’iyyatul Hujjaj Kudus (JHK), Rabu (20/7/2022). Satu demi satu jemaah haji tersebut turun dari bus dan kemudian disambut oleh panitia penyambutan. Satu dari 53 orang itu adalah Siti Magfiroh (40).

Dalam ceritanya, Siti mengaku sangat bersyukur akhirnya bisa menunaikan haji tahun ini bersama suami. Pasalnya, saat pertama kali daftar haji, perekonomian keluarganya belum stabil.

Jemaah haji asal Kudus saat tiba di Gedung JHK. Foto: Kaerul Umam

“Daftar haji pada 2011. Saat itu saya bekerja sebagai guru Raudhatul Athfal (RA) yang gajinya tidak seberapa. Namun, suami yang menyakinkan, karena ia punya tekad kuat,” beber warga Desa Hadipolo RT 3 RW 1, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus tersebut.

-Advertisement-

Baca juga: Sempat Kena Stroke Sebelum Haji, Atas Kuasa Allah Fatimah Bisa Sembuh dan Berangkat ke Makkah

Niat yang kuat itu akhirnya mendapat jalan dengan ikut program dana talangan haji yang mendapat Rp25 juta per orang. Namun, rupanya dana itu harus lunas dalam tiga tahun, sehingga mereka harus cari uang Rp50 juta.

Karena sudah punya niat, masalah pendanaan itu tak membuat mereka patah semangat untuk pergi ke tanah Suci.

“Mulai yang tidak punya apa-apa, terus dengan berjalannya waktu ada keberkahan. Lambat laun rezeki kita semakin bertambah dan saya bisa bantu suami yang jadi satpam di PT Djarum untuk melunasi biaya haji,” ungkap Siti.

Baca juga: Innalillahi, Dua Jemaah Haji Asal Kudus Meninggal di Tanah Suci

“Waktu itu saya coba daftar panitia pemilu Kecamatan, alhamdulillah bisa masuk. Terus kemudian lolos jadi pendamping PKH di Kementrian Sosial selama 2,5 tahun. Alhamdulillah itu bisa melunasi dana ibadah haji,” tambah Siti dengan mata berkaca-kaca.

Dengan perjuangan yang keras itu, selama beribadah haji Siti selalu berusaha semaksimal mungkin karena kesempatan itu tak bisa disia-siakan. Bahkan, Ia begitu terharu ketika melihat ka’bah di hadapannya.

“Saat kita berdoa itu rasanya luar biasa dan tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Saat berdoa bisa meneteskan air mata yang sungguh luar biasa,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER