Sempat Kena Stroke Sebelum Haji, Atas Kuasa Allah Fatimah Bisa Sembuh dan Berangkat ke Makkah

BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan jemaah haji kelompok terbang (kloter) 7 tampak turun dari bus di Jam’iyyatul Hujjaj Kudus (JHK). Sambil menenteng koper, mereka tampak berjalan menuju gedung untuk mengikuti acara penyambutan.

Setelah semua jemaah duduk, acara penyambutan pun segera dimulai. Terlihat mereka mengikuti acara dengan antusias dan wajah-wajah mereka terlihat begitu bahagia karena sudah tiba di kampung halaman.

Jemaah haji asal Kudus saat tiba di Gedung JHK. Foto: Kaerul Umam

Salah satu jemaah, Siti Fatimah (65) mengaku sangat bisa melakukan ibadah haji dan pulang dengan selamat. Meski ia kini berdomisili di Malang, tapi itu tak menyurutkan semangatnya untuk berangkat dari Kudus, karena saat mendaftar ia masih tinggal di Kota Kretek.

-Advertisement-

Baca juga: Gus Yasin Apresiasi Pelayanan Haji Regular Tahun Ini yang Seperti Haji Plus

Saat mendaftar haji pada 2011, Fatimah merupakan seorang mualaf. Waktu itu, ia ingin sekali pergi haji dan memutuskan untuk mendaftar.

“Saya dulunya beragama kristen. Semenjak bapak meninggal, saya seperti mendapat bisikan dan mendapat hidayah untuk masuk Islam. Kemudian 2010 saya menjadi mualaf. Selang satu tahun yakni 2011 saya berkeinginan berangkat haji yang saat itu belum bisa apa-apa. Tapi tekad saya sudah bulat agar bisa beribadah di sana,” beber Fatimah kepada betanews.id, Rabu (20/7/2022).

Setelah menunggu sembilan tahun, Fatimah sebenarnya akan berangkat haji pada 2020. Namun karena pandemi, kepergiannya harus ditunda dua tahun. Dalam penantian itu, Fatimah rupanya terkena stroke dan sempat dirawat di rumah sakit di Malang selama empat hari.

Baca juga: Gantikan Sang Ayah yang Meninggal, Isa Asal Banyumas Naik Haji di Usia 18 Tahun

“Setelah habis perawatan di rumah sakit kemudian dipanggil. Alhamdulillah langsung sehat dan bisa melakukan ibadah haji,” ungkap Fatimah.

Selama menjalankan ibadah haji, Fatimah merasa sangat diperhatikan oleh petugas haji. Pelayanan yang diberikan, mulai dari dari makanan hingga sarana prasaran juga sangat nyaman.

Saat disinggung soal oleh-oleh, Fatimah menegaskan bahwa ia hanya mempunyai niat untuk beribadah saja dan tidak membeli oleh-oleh apapun. Namun, teman-temannya ikut nitip barang di koper yang ia bawa.

“Saya tujuannya untuk beribadah, jadi tidak membeli oleh-oleh, hanya saja titipan dari teman yang kepengen membawa oleh-oleh,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER