Gantikan Sang Ayah yang Meninggal, Isa Asal Banyumas Naik Haji di Usia 18 Tahun

BETANEWS.ID, BOYOLALI – Muhammad Isa Al-Atsari, calon Jemaah haji yang tergabung dalam kloter 29 asal Kabupaten Banyumas akan segera ke Baitullah untuk dalam usianya yang masih muda, yakni 18 tahun.

Isa, yang merupakan warga Desa Petarangan, Kecamatan Kemranjen, Banyumas tersebut, tak menyangka akan menjadi salah satu calon haji termuda. Ia menunaikan ibadah haji dengan sang ibu, Musri’atun (55).

Baca juga: Sepekan Menunggu, Calhaj Asal Pati Akhirnya Berangkat Haji Setelah Visanya Sempat Bermasalah

-Advertisement-

Isa menceritakan, bahwa ia tidak mendaftar haji sendiri. Melainkan menggantikan sang ayah yang meninggal dunia pada 2021 lalu.

“Kalau memdaftar nggak sih, ini sejenis limpahan dari bapak. Bapak meninggal 2021 lalu, yang seharusnya 2020 berangkat tapi karena ada pandemi Covid-19, jadi ketika itu tidak jadi berangkat,” kata Isa, Kamis (23/6/2022).

Isa mengatakan, almarhum sang ayah mendaftar haji pada 2011 silam. Namun, Tuhan berkehendak lain, sang ayah berpulang ke pangkuan Sang Pencipta.

“Seneng ada, sedih juga ada. Senengnya bisa berangkat lebih awal, sedihnya ya karena bapak yang nggak bisa berangkat. Awalnya kan bapak yang seharusnya berangkat, malah jadi saya yang berangkat,” ujarnya.

Seperti pada umumnya, Isa juga memiliki banyak doa dan harapan yang akan ia panjatkan saat di Tanah Suci nanti. Terutama mendoakan kedua orang tuanya.

“Ingin berdoa terutama buat keluarga sih, kedua orang tua. Terus yang kedua, supaya bisa mengamalkan ilmu-ilmu yang bisa didapat lah, intinya itu yang sudah pernah dipelajari. Istilahnya pengen disampaikan kepada yang membutuhkan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Isa bercerita, bahwa ia juga baru saja lulus dari Pondok Pesantren Ihya Assunah Tasikmalaya. Kemudian, ia mengaku akan melanjutkan pendidikannya di Universitas Islam Madinah, Arab Saudi.

Baca juga: Hanya Jemaah Haji Indonesia yang Pakai Gelang Identitas, Inilah Kegunaannya

“Saya baru lulus dari pondok pesantren, mondok udah dari kelas VII SMP, 6 tahun. Kalau kuliah rencananya sih di Madinah, Jami’ah,” kata dia.

Ia mengaku sudah mempersiapkan segala halnya untuk bisa melanjutkan pendidikannya di tempat yang ia impikan itu. Ia juga mengaku mengerti bahasa Arab.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER