BETANEWS.ID, KUDUS – Bupati Kudus HM Hartopo menyoroti jumlah pengguna narkoba setiap tahun yang terus meningkat. Peredarannya tidak hanya di wilayah perkotaan saja, tapi juga sudah merambah ke pelosok desa. Oleh sebab itu, pihaknya meminta semua pihak termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk jadi duta anti narkoba.
Hartopo mengatakan, narkoba merupakan momok yang luar biasa dalam kehidupan bernegara, sehingga harus menjadi perhatian bersama.
“Oleh karenanya saya meminta semua ASN Pemkab Kudus dan semua masyarakat bisa jadi duta anti narkoba,” ujar Hartopo saat menghadiri seminar antinarkoba di Pendapa Kudus, Rabu (27/7/2022).
Baca juga: Bupati dan Puluhan Pejabat di Kudus Dites Urine, Ada Apa?
Dia menuturkan, saat ini peredaran narkoba sudah sangat mengkhawatirkan. Sebab sasarannya tidak hanya orang dewasa saja tapi juga anak-anak. Bahkan anak sekolah dasar pun mereka sasar.
“Iming-imingnya para pengedar itu membuat kue, permen, dan lainnya yang mengandung narkoba. Jadi mari kita jadi duta anti narkoba, lindungi orang sekitar kita dari narkoba karena merusak moral dan jiwa,” bebernya.
Baca juga: Rentan Jadi Sasaran Pengedar Narkoba, Polres Kudus Edukasi Sopir Truk
Sementara itu, Sub Koordinator Pemberdayaan Masyarakat BNN Jawa Tengah Ginung Yudianto membenarkan bahwa peredaran narkoba saat ini tidak hanya menyasar orang dewasa tapi juga anak-anak.
Dia mengatakan, tahun lalu pihaknya mengungkap peredaran narkoba di Kabupaten Jepara dengan modus brownis ganja yang menyasar anak-anak.
“Benar jaringan narkoba saat ini tidak hanya beroperasi di kota saja, tapi juga di desa. Tidak hanya menyasar orang dewasa tapi juga anak-anak,” pungkas Ginung.
Editor: Ahmad Muhlisin

