BETANEWS.ID, SEMARANG – Kegiatan Pekan Olimpic Spesial Nasional (Pesonas) 2022 yang digelar di Jawa Tengah, yang diperuntukkan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) ini, tak hanya mempertandingkan cabang olah raga saja. Ada juga cabang non kompetisi, seperti healty atlet, congress family, neuroscience dan seni budaya.
Untuk perlombaan cabang seni budaya, khususnya tari, digelar pada Rabu (06/07/22), di Museum Ranggawarsita, Semarang.
Baca juga: 1.724 Atlet Penyandang Disabilitas Ikuti Ajang Pesonas 2022
Salah satu pelatih tari asal Sekolah Luar Biasa (SLB) 1 Jogja, Srimulat Kurniajati (44) mengatakan, untuk mengikuti perlombaan Pesonas cabang tari kali ini, ia dan muridnya menampilkan tarian dengan konsep dance ability.
“Perlombaan kali ini kita tampil bertujuh, 3 guru dan 4 murid. Di sini kita menampilkan tarian dengan konsep dance ability dengan lagu Momong Roso Silir Wangi,” ujarnya.
Mulat sapaan akrabnya mengatakan, alasannya memilih konsep dance ability karena siswa down syndrome dan tunagrahita mempunyai karakter yang pasif dan susah menghafal gerakan. Sehingga ia rasa konsep ini lah yang paling cocok.
“siswa down syndrome dan tunagrahita karakternya tidak bisa disuruh menari, susah menghafal gerakan, karena masing-masing punya karakter sendiri-sendiri. Jadi kalau dijadikan satu kelompok susah, makanya saya pilih konsep ini agar bisa menjadi satu kelompok,” jelasnya.
Ia pun menjelaskan, tarian dance ablilty mempunyai konsep gerakan yang spontan, sehingga tarian yang ditampilkan hari ini akan beda jika ditampilkan lagi.
“Dance ability adalah tarian yang gerakannya spontan bebas, jadi kita hanya beri pola dan alur, tetapi kalau gerakannya sesuai ekspresi mereka saja. Sehingga dalam satu kelompok tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar,” ujarnya.
Baca juga: Melihat Keceriaan Pertandingan Sepak Bola pada Ajang Pesonas 2022
Sementara itu, salah satu anak didik Mulat yaitu Hardian, siswa SLB 1 Jogja kelas 2 SMA mengatakan, dirinya cukup senang mengikuti perlombaan ini.
“Saya sangat senang mengikuti perlombaan ini karena bisa ketemu teman-teman yang lain. Ini pertama kalinya saya lomba di luar kota,” katanya.
Editor : Kholistiono

