BETANEWS.ID, SEMARANG – Pekan Olimpic Spesial Nasional (Pesonas) 2022 secara resmi dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali di Holy Stadium, Semarang, Senin (4/7/2022) malam.
Zainudin Amali mengapresiasi Jateng yang menjadi tuan rumah acara ini. Terlebih setelah ini Jateng juga akan menjadi tuan rumah ASEAN Paragames.
Baca juga: Obor PeSONas Singgah di Kudus Sampai Akhir Pekan
“Jateng luar bisa menjadi penyelenggaraan Pekan Spesial Olimpic Nasioal. Nanti akhir bulan ini sampai dengan bulan depan, 30 Juli sampai dengan 11 Agustus, Jawa Tengah juga menjadi tuan rumah ASEAN Paragames,” ujarnya.
Menpora RI Zainudin Amali mengatakan, Provinsi Jawa Tengah patut menjadi panutan bagi daerah lain. Sebabnya, perhatian pemerintah provinsi akan perkembangan olahraga disabilitas sangat besar.
“Terima kasih kepada Pak Ganjar sebagai gubernur yang telah menyiapkan. Saya sempat berpikir seandainya pemda di seluruh Indonesia punya perhatian yang sama, maka akan membangkitkan dan menumbukan ajang paralympic kita,” lanjutnya.
Pesonas sendiri merupakan nama baru dari Pekan Paralimpik. Nantinya, 1.724 atlet penyandang disabilitas dari 21 provinsi akan bertanding untuk 12 cabang olahraga hingga Kamis (7/6/2022).
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, ajang ini merupakan kerja sama dari berbagai pihak. Ia mengungkapkan apresiasi kepada para panitia yang dapat mewujudkan PeSOnas 2022 di Jateng diikuti sekitar 22 Provinsi dari seluruh Indonesia.
“Terima kasih kepada kawan-kawan, karena sudah menyiapkan ini dengan luar biasa.Kita siapkantempat yang bagus agar bisa menampung banyak, kita berikan pelayanan yang baik supaya besok bertandingnya sportif,” ujarnya.
Baca juga: Meriahnya Launching Maskot dan Logo ASEAN Para Games 2022 di CFD Solo
Sedangkan Ketua Pengurus Pusat Special Olympics Indonesia (Soina) Warsito Ellwein menyampaikan, ajang ini diperuntukan khusus bagi anak-anak bertalenta khusus. Mereka yang ikut serta dalam PeSonas merupakan penyandang disabilitas intelektual atau tuna grahita.
“Kami menyebut mereka anak bertalenta khusus, bukan lagi disabilitas intelektual. Kita ingin agar anak-anak ini diberi ruang yang aman, nyaman, guyub dan rukun serta bahagia agar mereka bisa berkarya mengembangkan potensi dan berguna bagi diri sendiri serta masyarakat serta negara,” pungkasnya.
Editor : Kholistiono

