31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Mulai 17 Juli 2022, Penumpang Kereta Api Harus Sudah Divaksin Booster

BETANEWS.ID, SEMARANG – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 4 Semarang mulai mewajibkan penumpang kereta api (KA) jarak jauh telah disuntik vaksin Covid-19 booster. Jika belum, penumpang wajib menyertakan hasil tes negatif PCR atau antigen.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Krisbiyantoro mengatakan, aturan ini menyesuaikan dengan terbitnya SE Kementerian Perhubungan Nomor 72 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Perkeretaapian pada Masa Pandemi Covid-19 tanggal 8 Juli 2022.

Pengecekan tiket calon penumpang kereta api. Foto: Ist.

Baca juga: Mulai 26 Oktober, Penumpang Kereta Api Wajib Pakai NIK

-Advertisement-

“Di masa pandemi seperti ini, KAI mengikuti kebijakan pemerintah untuk perjalanan kereta api. Sehingga diharapkan bisa menekan kasus Covid-19,” ungkapnya.

Lewat kebijakan ini, KAI mengajak calon penumpang untuk mendukung progam yang ditetapkan pemerintah, dengan melakukan vaksinasi hingga ke vaksin ke-3 sebagai syarat pemberangkatan.

Karena adanya kebijakan ini, kini KAI pun menyediakan fasilitas vaksinasi di berbagai lokasi stasiun dan klinik kesehatan KAI. Jumlah fasilitas ini akan terus bertambah jelang pemberlakuan SE Kemenhub Nomor 72 tersebut pada 17 Juli mendatang.

“Saat kebijakan sudah dimulai, pelanggan harus mematuhi dan melengkapi persyaratan yang sudah kita tentukan, jika tidak akan ditolak untuk berangkat dan dipersilakan untuk membatalkan tiketnya,” ujarnya.

Kemudian untuk menunjang aturan tersebut, KAI juga memadukan ticketing system KAI dengan aplikasi PeduliLindungi untuk memvalidasi data vaksinasi dan hasil tes Covid-19 pelanggan.

Sehingga nantinya, hasil data akan otomatis diiketahui oleh KAI saat pemesanan tiket melalui KAI Access, Web KAI dan pada saat boarding.

Tak hanya itu, saat melakukan perjalanan kereta api, penumpang wahib menggunakan masker kain 3 lapis atau masker medis yang menutup hidung, mulut, dan dagu.

“Saat ini KAI juga masih menyediakan layanan Rapid Test Antigen seharga Rp 35.000 di berbagai stasiun untuk membantu calon pelanggan yang akan melengkapi persyaratan,” katanya.

Baca juga: Penumpang Kereta Api di Semarang Kini Bisa Ubah Jadwal Secara Online

Pihaknya pun menyampaikan, dengan adanya kebijakan sepert ini, KAI optimis tidak membuat minat masyarakat turun untuk bepergian dengan kereta api.

“Kami optimis kebijakan ini tidak menurunkan minat penumpang, karena kembali lagi kebijakan ini kan untuk kebaikan penumpang juga, agar perjalanan kereta api aman, nyaman, dan sehat sampai di stasiun tujuan,” ucapnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER