31 C
Kudus
Senin, Juli 22, 2024

Melihat Kemeriahan Tradisi Rasulan di Dusun Keruk Gunung Kidul

BETANEWS.ID, YOGYAKARTA – Kemeriahan langsung terlihat saat gamelan untuk reog tradisional Jingjor mulai ditabuh. Para peserta kirab dan pembawa gunungan pun langsung bersiap untuk mengantarkan ke balai dusun. Sedangkan warga lainnya tampak berdiri berderet di pinggir jalan untuk melihat kirab mengantar gunungan tersebut.

Kemeriahan itu merupakan tradisi dan budaya yang terus dilakukan warga Dusun Keruk, Kelurahan Banjarejo, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Setiap tahunnya, warga masyarakat di Kabupaten Gunung Kidul selalu memperingati tradisi yang sudah turun temurun sejak zaman nenek moyang.

Kemeriahan tradisi Rasulan di Dusun Keruk, Kelurahan Banjarejo, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Foto: Budi Prastyo.

Baca juga: Tradisi Perang Obor di Tegalsambi Jepara Digelar Meriah

-Advertisement-

Tradisi yang digelar itu merupakan acara bersih dusun atau lebih dikenal dengan Rasulan. Di daerah lain, Rasulan juga dikenal dengan Merti Dusun.

Rasulan di Dusun Keruk, merupakan acara yang ditungu oleh masyarakat. Bukan hanya warga Dusun Keruk itu sendiri, namun masyarakat dari desa lainya pun sangat menanti agenda Rasulan Dusun Keruk. Sebab, tradisi ini biasanya digelar secara meriah.

Beragam acara digelar dalam acara Rasulan ini. Mulai dari kesenian hingga olah raga. Acara seperti ini sudah dilakukan sejak zaman dahulu.

Puncak acara Rasulan Dusun Keruk, dilaksanakan pada 10 Juli 2022. Namun acara kesenian dan olahraga biasanya tetap digelar, baik sesudah maupun sebelum hari puncak. Untuk hari puncak memang menjadi yang paling ditunggu-tunggu. Rasulan Dusun Keruk diikuti empat pedukuhan, yakni, Dusun Keruk I, Keruk II, Keruk III dan Keruk IV.

Tokoh masyarakat, Dusun Keruk Supriyono mengatakan, Rasulan merupakan bentuk syukur kepada Tuhan. Ia menjelaskan, seluruh warga Dusun Keruk, berdoa kepada Tuhan untuk keselamatan di acara puncak.

Baca juga: Melihat Kemeriahan Sedekah Bumi di Sendang Sani Pati

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kita mengadakan Rasul. Rasul itu artinya bersih desa, kalau istilah Jawa, momongi. Kita mengadakan acara kenduri untuk berdoa bersama seluruh warga, agar diberi keselamatan dan kesuksesan dalam hal prosesi masing-masing,” ujar Supiyono.

Ia menyebut, pada acara Rasulan Dusun Keruk, dimeriahkan dengan Jatilan Punokawan, reog tradisional Jingjor, Jatilan Kudho Manggolo, wayang kulit semalam suntuk, dan bahkan kesenian campursari pada Rabu (13/07/2022).

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER