31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Disnaker Jateng Minta Masyarakat Tak Gampang Terperdaya Iklan Gaji Besar di Luar Negeri

BETANEWS.ID, SEMARANG – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Tengah Sakina Rosellasari, mengimbau masyarakat lebih berhati-hati agar tidak gampang terkecoh informasi lowongan kerja yang didapat di media sosial. Imbauan ini untuk menyikapi kasus Warga Negara Indonesia (WNI) yang dilaporkan menjadi korban penipuan perusahaan investasi palsu di Shinaukville, Kamboja.

Menurutnya, bekerja di luar negeri itu membutuhkan syarat-syarat yang banyak dan tidak segampang yang dipromosikan di grup-grup Facebook yang banyak beredar.

“Kalau di grup Facebook yang bikin terkecoh itu syarat dan jobdesc yang ditawarkan sangat mudah seperti jadi customer service, terus gajinya juga banyak bisa mencapai 700USD. Bahkan ada bonus bulanan sebanyak 100USD. Terus masih dikasih fasilitas yaitu biaya visa, biaya tiket pesawat, dan biaya PCR semua ditangung perusahaan,” beber dia.

-Advertisement-

Baca juga: Tak Hanya 54, Sepanjang 2022 Ternyata Ada 260 WNI Jadi Korban Penipuan Kerja di Kamboja

Makanya, untuk antisipasi agar tak ada korban selanjutnya, pihaknya menyarankan masyarakat yang ingin mencari pekerjaan di luar negeri ada baiknya melalui sumber-sumber terpercaya seperti BL2MI, Kemnaker, atau Embassy/Kedutaan Negara Asing.

Mengenai kasus 54 WNI yang disekap di Kamboja, Sakina membeberkan kasus tersebut bukan pertama kalinya terjadi. Sebelumnya, tahun 2021 lalu KBRI Phnom Penh telah berhasil menangani dan memulangkan 119 WNI korban investasi palsu.

Kemudian pada 2022 ini, kasus serupa justru semakin meningkat, di mana hingga Juli 2022, tercatat terdapat 291 WNI menjadi korban dan 132 di antaranya sudah berhasil dipulangkan.

“Dengan kejadian ini, kini pihak Disnaker sudah mengadakan sosialisasi ke bebarapa kepala desa secara online, untuk nantinya mereka bisa memberikan edukasi juga ke warganya agar waspada dengan modus penipuan lowongan kerja baik di Kamboja ataupun di Luar negeri,” katanya.

Baca juga: Telpon WNI yang Disekap di Kamboja, Ganjar: ‘Kondisinya Baik, Ada Satu yang Sakit’

Untuk perkembangan kasus WNI yang tertipu di Kamboja, Sakina mendapatkan informasi dari Duta Besar RI untuk Kamboja, saat ini masih mencoba diselesaikan secara bertahap bersama pihak berwenang.

“Karena kasus ini kan juga berhubungan dengan pihak yang berwenang, jadi harus mengikuti tahap-tahapnya,” bebernya.

“53 WNI yang berada di perusahaan Scammer atau investasi palsu, 10 di antaranya berasal dari Jawa Tengah. Kalau lainnya dari Medan, Batam, Lubuk Pakan, Kuala Namu, Yogyakarta, Kediri, dan Belawan,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER