Di Tangan Isnandar, Bahan Gypsum Bisa Berubah Jadi Patung yang Punya Nilai Seni Tinggi

BETANEWS.ID, MAGELANG – Deretan patung yang belum sempurna memenuhi halaman rumah Isnandar di Kecamatan Mungkid, Magelang. Karya seni itu seperti menunggu tangan magisnya untuk diubah manjadi maha karya seni bernilai jual tinggi.

Sehari-hari, Isnandar memang menggeluti pembuatan patungberbagan gypsum tersebut. Bisa dibilang, dari jalan itulah dia bisa menghidupi keluarganya.

Isnandar sedang membuat patung berbahan gypsum. Foto: Budi Prasetyo.

Menurut Iskandar, membuat patung dari bahan gypsum harus mempunyai kesabaran yang tinggi karena sangat mudah rusak.

-Advertisement-

“Bahan gypsum atau tanah liat sangat berbeda dengan batu. Kalau dari gypsum mudah rusak. Untuk itu dibutuhkan kehati-hatian supaya tidak rusak,” jelas Isnandar, Jumat (15/7/2022).

Baca juga: Kerajinan Pahat Batu Muntilan Pikat Pasar Eropa, Rodin: ‘Dulu Setiap Tahun Minimal Kirim Satu Kontainer’

Dijelaskan Isnandar, kerajinan patung sangat berbeda dengan patung dari batu. Jika patung dari batu sangat keras dan tidak mudah rusak, maka berbanding terbalik dengan petung berbahan baku gypsum atau tanah liat.

“Tapi semua itu ada keunggulan dan kelemahan. Untuk patung berbahan batu, memang tidak mudak rusak, tapi jika sekalinya rusak sangat susah untuk diperbaiki. Kalau yang dari bahan gypsum, memang mudah rusak, tapi mudah untuk menambalnya kembali,” jelas Isnandar.

Baca juga: Intip Proses Pembuatan Patung di Desa Tamansari Pati

Pria yangsudah 10 tahun menggeluti kerajinan seni patung itu menyebut, patung gypsum lebih diutamankan pada hasil ukiran. Hal-hal yang detail dalam patung harus lebih jeli dalam mmengerjakannya.

“Kalau saya basicnya ukiran, jadi lebih ke finising patung-patung dari gypsum. Pernah yang terbesar itu membuat patung garuda tinggi 8 meter lebarnya sekitar 14 meter,” pungkas Isnandar.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER