Di Tangan Faisal, Persiku Harus Bersih dari Permainan Uang

BETANEWS.ID, KUDUS – Ahmad Faisal, manajer baru Persiku menyoroti persoalan-persoalan yang menyebabkan Persiku menelan kenyataan pahit menjadi juru kunci di Liga 3, Jawa Tengah. Menurutnya, hal penting yang harus di benahi adalah persoalan pemain.

Setelah berdiskusi dengan para senior di PSSI, Faisal sapaan akrabnya, mendapat masukan untuk mengantisipasi permainan uang. Dia mengaku, di bawah kepemimpinannya, Persiku harus bersih dari permainan uang.

“Setelah konsultasi, saya mendapat pesan, jangan sampai Persiku dibuat permainan uang. Karena banyak pemain yang ingin lolos jadi pemain Persiku, mungkin kalau sudah main bisa merasa hebat. Sehingga itu yang menjadi PR saya,” tegasnya.

-Advertisement-

Baca juga: Blak-blakan Usai Ditunjuk Jadi Manajer Persiku, Faisal: ‘Bagi Saya Ini Perjudian, Saya Siap Ambil Risiko’

Setelah menerima Surat Keputusan (SK), Faisal kemudian segera berkomunikasi dengan sejumlah pihak untuk membentuk manajemen dan tim di bawahnya. Dia juga harus segera menyiapkan pelatih dan pemain untuk menyambut Liga 3 yang akan bergulir bulan depan.

“Seleksi ini tidak dibuat main-main, tes kesehatan harus melalui proses yang benar. Jangan sampai pintar tapi fisiknya jelek, karena ini menentukan permainan. Saya berharap seluruh warga Kudus yang punya skill dan kualitas, silakan ikut seleksi,” ujar Faisal.

Saat ini, pihaknya sudah menyiapkan tim kesehatan untuk seleksi pemain. Faisal membeberkan, bahwa tim kesehatan yang ia pilih merupakan orang yang sudah berpengalaman dan profesional.

“Saya percayakan pada dr Attaqi, yang sudah pernah ikut di manajeman Persiku sebelumnya. Saya sudah banyak berdiskusi dengan beliau. Saya minta untuk dipertajam, tes fisik dan psikologi. Pemain juga menentukan dalam menahan emosi, etika, prilaku,” kata Faisal.

Ia menegaskan, bahwa tim Persiku dibentuk tidak hanya untuk satu tahun ke depan. Tapi Persiku dibentuk untuk menjadi tim yang hebat dan mampu menembus Liga 2.

“Bukan hanya yang penting bisa ikut kompetisi, tapi Persiku dibentuk untuk menjadi tim yang hebat ke depannya. Bisa masuk Liga 2, mandiri dan menjadi tim yang hebat,” jelasnya.

Baca juga: Meski Banyak Dukungan, Faisal Memaklumi Jika Masih Ada Suporter Persiku yang Belum Move On

Untuk komposisi pemain, Faisal tidak menutup kemungkinan memasukan pemain luar di timnya. Tetapi tetap dia akan memprioritaskan pemain lokal Kudus.

“Saya sudah komunikasi dengan pak Widhoro, mantan pemain Persiku. Saya yakin beliau paham dengan pemain sepak bola Kudus. Dan saya minta pemain lokal lebih banyak. Kalau mengambil pemain dari luar harus profesional, jangan sampai ada titipan dari pelatih,” bebernya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER