Dengan Kredit Wibawa, UMKM di Semarang Bisa Ambil Modal Berbunga Terendah di Indonesia

BETANEWS.ID, KUDUS – Sebanyak 50 UMKM perwakilan dari 12 kelurahan di Kecamatan Tembalang, mengikuti Sosialisasi Pembiayaan Bagi Pelaku Usaha Mikro Kota Semarang di Balai Kelurahan Mangunharjo Semarang, Kamis (14/7/2022).

Dalam sosialisasi itu, pelaku usaha dikenalkan produk Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang, yaitu Kredit Wirausaha Bangkit Jadi Jawara (Wibawa). Program ini menjadi pengkreditan usaha dengan bunga paling rendah se-Indonesia yakni 3 persen per tahun atau sebesar 0,25 persen per bulan. Yang menarik, bila pinjaman yang diajukan hanya maksimal sebesar Rp5 juta, pelaku usaha tidak dikenakan agunan.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang Agus Wuryanto mengatakan, kegitan ini digelar untuk meningkatkan produktivitas ekonomi bagi pelaku UMKM khususnya masyarakat Kecamatan Tembalang. Sosialisasi pembiayaan ini akan digelar secara merata di seluruh Kecamatan di Kota Semarang.

-Advertisement-

Baca juga: Ganjar Luncurkan Kredit Lapak Khusus Ibu-Ibu Berbunga 2% dan Tanpa Agunan

“Ke depannya semua wilayah Kota Semarang akan didatangi. Karena sosialisasi ini bisa mempengaruhi tingkat ekonomi. Diharapkan masyarakat bisa menggunakan fasilitas ini dengan baik agar usahanya bisa meningkat,” jelasnya.

Di kegiatan ini, turut hadir Pembina Gerakan Masyarakat Terintegrasi Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Gerai Kopimi) Krisseptiana, pihaknya pun sangat mengapresisasi kegiatan tersebut. Ia berharap setelah ini, ekonomi bisa semakin meningkat dan pelaku UMKM bisa lebih bangkit.

Baca juga: Jateng Dinobatkan jadi Provinsi Terbaik Penyedia Kredit Kerakyatan

Salah satu peserta, Windianti, mengaku sangat terbantu dengan sosialisasi itu. Ia merasa saat ini Pemkot Semarang semakin perhatian dengan pelaku UMKM, cobtohnya dengan memberikan fasilitas Kredit Wibawa tersebut.

“Tentunya sangat merasa terbantu, karena lewat sosialisasi ini kita diberi peluang untuk melakukan kredit dengan proses mudah dan bunga rendah. Karena pelaku UMKM kan tidak punya modal banyak terus aset kita juga terbatas,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER